Desa Cibentang Kabupaten Kuningan, Desa "Istimewa" yang Sering Didatangi Investor

Editor: Redaksi author photo

(Jabarsatu.id), Kuningan -  Seiring perkembangan yang pesat di Kab. Kuningan, didominasi oleh sektor pariwisata. Desa Cibentang Kecamatan Kramatmulya, adalah salah satu Desa yang sering kedatangan Investor. Mereka tertarik  dengan posisi sawah  bengkok yang  sangat stragis dan didukung dengan pemandangan Gunung Ciremai, yang  terletak di jalan Raya Utama Cirebon - Kuningan. Tampak di bagian depannya berdiri  sebuah bangunan Rumah Makan LC.

Saat tim liputan jabarsatu.id menemui Kuwu Desa Cibentang, Ibu Yuyun Yulyaningsih, beliau mengatakan, "Hal ini sangat menarik bagi investor untuk mengembangkan lahan tersebut menjadi lahan yang lebih produktif, bahkan ada wacana untuk membangun sesuatu yang belum ada di Kab. Kuningan, yaitu Komersial  Kuningan Super Blok yang dipadukan dengan Pariwisata Agro Bisnis Modern.

Ibu Yuyun Yulyaningsih menambahkan, Jauh sebelumya pada tahun 2000, ada beberapa pengusaha yang datang ke Pemerintah Desa Cibentang untuk mengajak kerja sama pemanfaatan lahan tersebut, diantaranya ada yang untuk Objek Wisata Water Boom, Hotel, Mal dan bahkan  Universitas terbesar di Kab. Kuningan pun sebelum ke lokasi yang sekarang berada, mereka (pengurus Yayasan-red) menginginkan lahan tsb, akan tetapi penawaran tidak mendapatkan respon yang diharapkan. Ketika itu masyarakat lebih memilih mempertahankan lahan tersebut untuk pertanian.

Seiring berjalan waktu akhirnya salah satu pengusaha asal Kab. Kuningan datang dan mengajak kerja sama, hanya saja lahan yang dibutuhkan seluas 4200 m2 untuk dibangun Rumah Makan yang sekarang dikenal dengan LC (Lembah Ciremai) dan lebih sering digunakan sebagai tempat acara-acara seperti perayaan, konfrensi, pernikahan, pelatihan,  rapat-rapat dll.

Masih menurut Ibu Yuyun Yulyaningsih, hal ini sejalan dengan program Pemerintah baik itu Kabupaten, Provinsi bahkan Pusat tentang revolusi kebijakan yang terus dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Nasional yang salah satunya adalah Pemerintah terus mendorong  dan terus  mempermudah sektor swasta untuk terlibat dalam pembangunan Nasional.

Diharapkan dengan mengajak pihak Investor, pembangunan bisa berjalan lebih cepat.
Pemerintah Desa akan menggunakan konsep kerja sama sesuai peraturan perundangan yang berlaku, dengan menggunakan system Skema PPP/Public Private Partnership (Kerja Sama Pemerintah dengan Swasta) yang terdiri dari beberapa  bentuk model yaitu :

1. Kontrak Servis
Adalah Kontrak antara pemerintah dan pihak swasta untuk melaksanakan tugas/layanan tertentu.

2. Kontrak Manajemen,
Pemerintah menyerahkan seluruh pengelolaan (operation & maintenance) suatu infrastruktur atau jasa pelayanan umum kepada pihak swasta, dalam masa yang lebih panjang (umumnya 3-8 tahun).

3. Kontrak Sewa
Kontrak dimana pihak swasta membayar uang sewa (fixed fee) untuk penggunaan sementara suatu fasilitas umum, dan mengelola, mengoperasikan, serta memelihara, dengan menerima pembayaran dari para pengguna fasilitas (user fees). Penyewa/pihak swasta menanggung risiko komersial. Masa kontrak umumnya antara 5-15 tahun.

4. Kontrak Built Operate-Transfer/BOT
Adalah kontrak antara instansi pemerintah dan badan usaha/swasta (special purpose company), dimana badan usaha bertanggung jawab atas desain akhir, pembiayaan, konstruksi, operasi dan pemeliharaan (O&M) sebuah proyek investasi bidang infrastruktur selama beberapa tahun, biasanya dengan transfer aset pada akhir masa kontrak. Umumnya masa kontrak berlaku antara 10 sampai 30 tahun.

5. Kontrak Konsesi
(Struktur kontrak), dimana Pemerintah menyerahkan tanggung jawab penuh kepada pihak swasta (termasuk pembiayaan) untuk mengoperasikan, memelihara, dan membangun suatu aset infrastruktur, dan memberikan hak untuk mengembangkan, membangun, dan mengoperasikan fasilitas baru untuk mengakomodasi pertumbuhan usaha. Umumnya, masa konsesi berlaku antara 20 sampai 35 tahun.

Dengan adanya system kerja sama yang flexible mutualisme  tersebut diharapkan  membuat semua pihak yang terlibat merasa tenang, nyaman menjalankan bisnisnya. pungkas Ibu Yuyun Yulyaningsih. (IB)
Share:
Komentar

Berita Terkini