Mekanisme Baru Penentuan Rektor UNISA Kuningan.

Editor: Redaksi author photo

(jabarsatu.id), Kuningan - Pemilihan rektor UNISA (Universitas Islam Al-Ihya) Kuningan memasuki era baru dalam penentuan transisi kepemimpinan di kampus UNISA Kuningan yang berada dibawah kaki gunung ciremai. 

Jika sebelumnya pemilihan rektor UNISA langsung pada tahap penentuan olah jajaran pengurus yayasan Al-Ihya, untuk saat ini pemilihan Rektor melalui mekanisme pemungutan suara oleh senat untuk memilih calon rektor. Dan dibantuk tim KPRU (Komisi Pemilihan Rektor Unisa) sebagai penyelenggara pemilihan calon rektor, mekanisme baru ini dilakukan untuk menjadi barometer elaktabilitas dan popularitas calon pemimpin dikampus UNISA.

Ketua KPRU Dr. HA. Fenny Rahman HS M.Pd, mengatakan "tugas KPRU menjaring bakal calon (balon) hingga pemilihan calon Rektor, pemilihan calon Rektor yang dilakukan senin (22/06/2020) berlangsung lancar. 29 anggota senat Universitas telah menyalurkan suaranya untuk tiga calon Rektor, dengan hasil perolehan suara, nomor urut 1 atas nama Insan Nulyaman, M.Pd.I memperoleh 2 suara, kemudian nomor urut 2 atas nama Nurul Iman Hima Amrullah, S.Ag.,M.Si  mendapat 14 suara, sedangkan nomor urut 3 atas nama Dr.Eman Sulaeman M.Ag sebanyak 13 suara.

Setelah proses pemungutan suara selesai, ketua yayasan Al-Ihya Dr. H. Barna Subarna memberikan sambutan, bahwa proses pemungutan suara oleh senat, hasilnya menjadi salah satu pertimbangan yayasan dalam menentukan rektor terpilih. Sehingga penentu rektor terpilih ditentukan oleh yayasan dengan mempertimbangkan berbagai aspek untuk dijadikan pertimbangan, adapun senat hanya sampai mengantarkan pada calon rektor.

Ketentuan tersebut tercantum dalam statuta KPRU dan dibubuhi surat pernyataan dari ketiga kandidat rektor terkait, kesiapan menerima ketetapan rektor terpilih dari yayasan. Adapun penentuannya tujuh hari setelah pemungutan suara untuk calon rektor, jadi final keputusan rektor terpilih akan diumumkan tgl 29 Juni 2020.

Ditempat terpisah, Ketua senat Universitas Drs.H.Anang Mulyana, M.Pd.I, menegaskan bahwa senat dijamin kebebasannya dalam memilih calon rektor secara demokratis, 29 anggota senat Universitas telah menyalurkan suaranya sesuai hati nurani, menurutnya ini menunjukkan ada peningkatan nilai demokrasi dalam proses transisi kepemimpinan dikampus UNISA. (Iim Suryahim)
Share:
Komentar

Berita Terkini