Pemkab Majalengka Maksimalkan 169 Tempat Wisata, Nyimas Cincin Sebagai Objek Wisata Nasional

Editor: Redaksi author photo
Bupati Majalengka Dr.H.Karna Sobahi.,M.M.Pd mengunjungi lokasi Nyimas Cincin
Jabarsatu.id. Pemerintahan Kabupaten Majalengka berupanya akan maksimal 169 tempat wisata menjadikan objek wisata salah satunya Nyimas Cincin sebagai objek wisata nasional.

Menurut Bupati Majalengka Dr.H.Karna Sobahi.,M.M.Pd Nyimas Cincin merupakan tempat wisata yang sangat strategis dan menarik,"Karna ada diantara dua kabupaten yaitu kabupaten Majalengka dan Kabupaten Ciamis dengan arealnya yang luas ada 24 hektar," kata Bupati Karna di lokasi Nyimas cincin.

Bupati melanjutkan,dengan tata kelola alam yang sangat menarik,asri di tambah dengan sumber air yang ada menjadikan Nyimas Cincin menjadi objek wisata kebanggaan masyarakat Desa Cintaasih dan masyarakat kabupaten Majalengka pada umumnya.

Lanjut H.Karna H.Karna menambahkan, ia sudah menugaskan Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Majalengka untuk mengembangkan tempat ini.

"Nyimas Cincin menjadi objek wisata yang mempunyai nilai jual dan dapat bersaing dengan tempat wisata lainnya," tambah sang bupati.

Bupati juga menambahkan,bahwa pihaknya ( red Pemerintahan Kabupaten Majalengka ) siap bekerja sama dengan pihak lain guna mengembangkan objek wisata di Kabupaten Majalengka menjadi objek wisata bisa menjadi kebanggaan masyarakat Majalengka.

Sementara itu, Kepala Desa Cintaasih H.Enda Junenda ketika di mintain komentarnya oleh jabarsatu.id di lokasi Nyimas Cincin terkait kunjungan Bapak Bupati mengatakan, "Saya (red Kepala Desa Cintaasih ) sangat menyambut baik atas akan di kembangkannya Nyimas Cincin oleh bapak Bupati menjadi objek wisata yang lebih maju dan dapat bersaing dengan tempat wisata lainnya," H.Enda H. Enda, melanjutkan.

"Selama ini pemerintahan Desa Cintaasih melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan dan juga Perhutani berupaya maksimal mengelola dan menata lokasi Nyimas Cincin agar lebih menarik" katannya (Redaksi)
Share:
Komentar

Berita Terkini