Rehan Santosa Remaja Kecil Berusia 12 Tahun, Tenggelam di Bekas Lahan Galian Beko.

Editor: Redaksi author photo
(jabarsatu.id), Majalengka -  Rehan Santosa remaja kecil berusia 12 tahun putra dari Bapak Emen warga RT. 003 RW. 010 desa Ciborelang, menjadi korban dari bekas galian pasir yang berlokasi di desa Majasuka Kecamatan Palasah Kabupaten Majalengka.

Kronologi kejadian menurut Bapak Emen orang tua korban menuturkan, "anaknya meminta uang Rp 2000 rupiah, dan mau maen sama nana". Tanpa sepengetahuan orang tua, Rehan pergi bersama 3 orang teman sebayanya, menuju balong bekas galian pasir untuk berenang yang berlokasi di desa Majasuka.

Kejadiannya sekitar pukul 16.00 wib (Senin, 29 juni 2020), Rehan tergelincir dan  tenggelam di lokasi bekas galian pasir, 3 orang teman sempat menolongnya, tapi tidak berhasil menyelamatkan.

Setelah minta bantuan kepada warga sekitar, Rehan berhasil di selamatkan dari lokasi galian pasir dengan keadaan sudah tidak bernyawa lagi.

Saat mengkonfirmasi Pak Yana selaku ketua RT. 03 desa Ciborelang "lokasi bekas galian pasir tersebut sudah lama dibiarkan menjadi sebuah balong (kubang air) tanpa ada pembatas keselamatan".

Menurut pengakuan pak Emen orang tua korban "sudah ada yang datang dari pihak Polsek Palasah, dan perwakilan dari aparat pemdes desa Ciborelang  memberikan surat pernyataan meng ikhlaskan kejadian tersebut dan tidak akan mengusut kejadian tersebut".

"Saya sudah ikhlas ini bagian dari takdir Allah, saya berharap kedepannya tidak ada lagi korban meninggal akibat tenggelam di lokasi galian." Ungkap orang tua Rehan

Rehan Santosa saat ini terdaftar sebagai siswa kelas 6 SDN 3 Ciborelang dan telah mendaftarkan diri secara kolektif dari pihak sekolah untuk melanjutkan sekolah ke jenjang berikut nya" ungkap bu Linda selaku guru SD Korban.

Berdasarkan pantauan jabarsatu.id ke tempat kejadian, lokasi galian tersebut memang seperti dibiarkan dan tidak selesai dalam pengurugan kembali sehingga mengakibatkan terjadinya kubangan air sedalam 3 meter.

"lokasi galian tersebut memang sudah lama sekitar 2 tahun kebelakang menjadi lahan galian pasir, sampai saat ini pihak pengusaha tidak mengindahkan surat pemberitahuan dari pihak pemdes". Ungkap bapak Deden Supriatna SE. sebagai Kepala Desa Majasuka saat di konfirmasi di kantornya.

"Kami dari pihak Pemdes dari awal tidak memberikan ijin dan sudah mengirimkan teguran keras untuk segera melakukan reklamasi akibat dari galian tersebut, tetapi masih tidak dijalankan oleh pengusah tersebut". lanjut kepala desa Majasuka.

"Mediasi terakhir dilakukan tanggal 26 juni 2020 kemaren antara pengusaha tersebut, unsur Muspida, Polsek dan Koramil dan sesepuh masyarakat. Disepakati diberikan waktu 2 bulan untuk segera di reklamasi lahan tersebut." Papar kepala desa Majasuka.

Tidak adanya sangsi yang tegas mengakibatkan oknum pengusaha tersebut mengabaikan keselamatan, sehingga pada akhirnya memakan korban jiwa. (Aris raharjo)
Share:
Komentar

Berita Terkini