Bentrokan Antar Geng Motor di Sukabumi

Editor: Redaksi author photo

(Jabarsatu.id), Sukabumi -  Kembali terjadi tawuran antar dua geng motor yang mengakibatkan Dua  orang  korban dan saat ini berbaring lemah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamsudin, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Mereka dilarikan warga akibat luka-luka pasca bentrokan antar geng motor. 

Perkelahian menggunakan senjata tajam, sempat membuat warga takut.  Apalagi perkelahian yang terjadi di Jalan Raya Cianjur-Sukabumi, tepatnya di Kampung Dangdeur, Desa Sukamaju, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, saat warga tengah terlelap tidur. (Minggu, 19-07-2020)

Warga dibuat terbangun setelah mendengar hiruk pikuk akibat bentrokan antar dua geng motor tersebut. Beruntung tawuran tidak meluas, karna  aparat kepolisi segera berdatangan dan melerai perkelahian. 

Korban luka luka akibat sabetan senjata tajam, MR (24) warga Desa Cimangkok dan M JA (20) warga Desa Sukamaju, Kecamatan Sukalarang mengalami luka serius. Sementara pelaku pembacokan CG (30) warga Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja berhasil melarikan diri. 

Dua orang warga dilarikan ke rumah sakit akibat sabetan senjata tajam," kata Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Sukabumi Kota, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sumarni.

AKBP Sumarni menambahkan, peristiwa bentrokan tiga orang anggota geng motor itu, berawal ketika CG terlibat perselihan dengan MR.  Pelaku yang sebelumnya membawa senjata tajam, menyabetkan senjata tersebut pada MR.

Hantaman senjata tajam tersebut direspons dengan tangakisan tangan kirinya. Sehingga tangan MR mengalami luka sobek," katanya

AKBP Sumarni melanjutkan, Melihat sabetan senjata tajam terus dilakukan, kata Sumarni, MR melakukan perawan dengan mencabut celurit kecil dari balik bajunya dan melihat MR mencabut cluritnya, M JA mencoba melerai. 

Tapi upaya yang dilakukan MJA tidak membuahkan hasil. Malahan dia mengalami luka sabetan senjata tajam dari MR. Sabetan clurit tidak hanya merobek punggung kanan atas. Tapi sabetan senjata tajam terlihat pada leher belakang," ujarnya. (Redaksi)
Share:
Komentar

Berita Terkini