Guru Melawan Covid-19

Editor: Redaksi author photo

(Jabarsatu.id), Kuningan - Banyak kalangan menyinggung tentang guru dan gaji buta, karena diberlakukannya pembelajaran jarak jauh. 

Salah satunya Suhendi (48) salah satu orang tua siswa Mengatakan, "Enak ya, jadi guru. Diam di rumah gaji mah teuteup cair".

Ibu Hana (37) salah satu Guru SLB di Kuningan Mengatakan, "tidak hanya anda, dia, dan mereka saja, tapi kami (Guru) juga sama, kita semua saat ini sedang perang melawan wabah bersama. Jangan salahkan profesi kami ini hanya karena melihat situasi sekarang ini". 

"Coba berpikir lebih jauh, ini keputusan pemerintah membuat pembelajaran tidak dilaksanakan disekolah, demi keselamatan kita bersama, karena siswa adalah anak-anak tak bisa disamakan dgn orang dewasa yg sudah bisa berpikir panjang dalam melakukan segala hal." Ucap Ibu Hana.

"Mereka belum terlalu paham tentang bagaimana menjaga jarak, terutama siswa kelas rendah, sehingga untuk meminimalisir segala kemungkinan buruk terjadi, diberlakukanlah peraturan seperti sekarang ini. Ibu Hana menambahkan.

Masih menurut Ibu Hana, Tapi sesungguhnya lebih berat lagi tugas kami dengan situasi sekarang ini. 
Bayangkan, memberi tugas dan menjelaskan materi yg biasanya tinggal langsung disampaikan didepan kelas, sekarang kami harus memantau siswa secara online. Bayangkan bagaimana rumitnya dgn segala macam permasalahan seperti :
1. Tidak semua siswa mempunyai hp. 
2. Tidak selalu siswa punya kuota. 
3. Kenyataan bahwa tidak semua siswa dapat mengumpulkan tugas tepat waktu. 
4. Kenyataan banyak siswa yg mengabaikan tugas online. 
5. Dan kenyataan lain yg harus kami hadapi.

"Lalu bayangkan, agar semua berjalan lancar dan lebih efektif pilihannya adalah membagi siswa ke beberapa kelompok lalu guru mendatangi tiap kelompok untuk melakukan pembelajaran setiap harinya. Nah bayangkan lagi kenyataan bahwa biasanya kami berjalan dari ruang guru ke kelas hanya sekitar 1 menit, sekarang harus menempuh jarak berapa km untuk berputar putar satu desa".

"Selain itu juga rasa gereget dan bersalah bahwa kenyataannya materi yg kami sampaikan takan seefektif dan sesempurna seperti belajar disekolah karena batas waktu dan jarak antara kami dan siswa." Ujar Ibu Hana. (Na2)
Share:
Komentar

Berita Terkini