Jasa Usaha dan Pariwisata di Kuningan Sudah Dibuka

Editor: Redaksi author photo
(Dodo Sugiharto, Sekretaris Dinas Disporapar 
Kabupaten Kuningan)

(Jabarsatu.id), Kuningan - Dodo Sugiharto, selaku Sekretaris Dinas Disporapar Kabupaten Kuningan mengkonfirmasi bahwa, "kegiatan pariwisata di Kabupaten Kuningan sudah kembali dibuka, diantaranya Obyek Wisata, Cafe & Resto, dan Hotel. Saat ditemui oleh jabarsatu.id di ruang kerjanya, (Rabu, 29/7/2020).

"Begitu pemerintah menerbitkan Perbup tentang pengaturan AKB, itu memang semua Jasuspar (jasa usaha pariwisata) dibuka lagi dengan peraturan mentaati protokol covid-19". Ucapnya.

Dodo menambahkan, "dua minggu sebelum dibuka, pihaknya (Disporapar) sudah melakukan pembinaan, agar setiap jasa pelaku usaha pariwisata bisa menyiapkan protokol kesehatan di tempat usahanya".

"Setiap usaha harus menyiapkan tempat cuci tangan, kemudian ketika masuk harus di tes suhu badan dengan thermogun dan menghimbau para pengunjung untuk menggunakan masker". Imbuhnya.

"Disporapar juga menghimbau kepada para pelaku Jasuspar untuk membuat rambu-rambu petunjuk seperti pamflet yang berisi himbauan kepada para pengunjung agar tetap menggunakan masker, rajin cuci tangan dan tetap menjaga jarak". Ujarnya

Masih menurut Dodo Sugiharto, "Disporapar telah menentukan jam operasional bagi seluruh Jasuspar, yang hanya diperbolehkan buka sampai pukul 18.00".

"Saat obyek wisata, cafe & resto, dan hotel sudah kembali dibuka, namun ada satu jasa usaha yang belum boleh beroperasi yaitu hiburan malam. Dikarenakan pergub yang belum memperbolehkannya". Paparnya.

"Jasa usaha karaoke belum dibuka, karena memang dari Provinsinya belum boleh. Acara-acara musik di ruang tertutup seperti konser, itu juga belum boleh." Ungkapnya

Dodo mengungkapkan, bahwa pihaknya akan tetap mentaati aturan yang dibuat pemerintah. "Kalo peraturan diatasnya belum boleh, kita (Disporapar) juga tidak berani melakukan hal itu (membuka jasa usaha hiburan malam)."

Dodo mengatakan, "meski sudah ada aturan Pergub yang memperbolehkan, Pemkab sesuai dengan otoritasnya bisa mengikuti atau bahkan tidak mengikuti, hal itu disesuaikan dengan situasi yang ada di daerah".

"Ketika aturan diatas membolehkan, itu pun kita boleh untuk tidak mengikuti sesuai pertimbangan situasinya. Karena potensi sebaran tiap kabupaten berbeda-beda". Jelasnya

Meskipun begitu, tetap saja ada pengusaha hiburan malam yang "nakal" dan secara sembunyi-sembunyi tetap membuka usahanya meskipun ada larangan akan hal itu.

Dodo sangat menyayangkan jika para pelaku usaha hiburan malam tetap membandel. "Saya sangat menyayangkan, karena kan itu berarti melanggar aturan dan akan berhadapan dengan sanksi kalau diketahui". Ungkapnya

Dodo berharap tindakan yang melanggar aturan terkait penanganan covid-19 itu tidak dilakukan. Ia mengkhawatirkan karena takut akan terjadi penyebaran wabah yang tidak terkontrol.

Dodo berpesan kepada para aparat yang bertugas untuk tetap melakukan pengawasan dan monitoring kepada semua pelaku jasa usaha dan pariwisata termasuk hiburan malam seperti karaoke.

"Aturan dibuat juga demi kebaikan masyarakat. Kalau pemerintah merasa sudah aman pasti akan dibuka." Ucap Dodo Sugiharto

Dodo menambahkan bahwa sejauh ini,  belum terdengar adanya temuan kasus di obyek wisata, cafe & resto, dan hotel yang sudah dibuka.

"Setelah hampir sebulan dibuka dan tidak ada kasus, kami senang karena itu berarti aman. Tapi jika nanti terjadi ledakan kasus berarti pemerintah akan melakukan kebijakan baru lagi." Pungkasnya. (Fedrian)
Share:
Komentar

Berita Terkini