Kadisdik Kabupaten Kuningan : Insya Allah, Bulan Agustus Sudah Dimulai Belajar di Sekolah

Editor: Redaksi author photo

(jabarsatu.id), Kuningan - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan menggelar konferensi perss terkait Proses Pembelajaran dari mulai Paud sampai SMP ditengah Pandemi Covid-19 di Ruang Aula Rapat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Jl. Raya Sukamulya-Cigugur, (Jumat, 24/7/2020).

Dalam pertemuan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan meminta sumbang saran dari puluhan awak media terkait kebijakan pembelajaran siswa kedepan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan Drs. Uca Somantri menjelaskan sudah 71% pelajar dari seluruh wilayah bisa mengikuti kegiatan belajar secara jarak jauh (daring). Meski sebelumnya, pihaknya juga telah mengupayakan metoda pembelajaran daring bekerja sama dengan Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL).

"Sesuai arahan Bupati, kami telah berkoordinasi dengan LPPL dan untuk ditingkat pusat pun pemerintah sudah melakukan upaya pembelajaran melalui media televisi. Setelah libur tahun pelajaran kemarin, pembelajaran tahun ajaran baru khususnya untuk SMP dan SMA sudah dimulai sejak tanggal 13 Juli kemarin. Namun masih menggunakan metode pembelajaran jarak jauh," jelas Uca.

Dikatakan Uca, meski pada prakteknya saat ini ada belajar tatap muka dengan sistem belajar kelompok atau home visit, namun pihaknya mengatakan telah membuat formulasi pembelajaran dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan di masa Covid-19.

"Tentunya, dalam hal ini pihak sekolah harus menyediakan sarana dan prasarana protokol kesehatan sendiri. Diantaranya, tempat cuci tangan, jaga jarak, memakai masker, maksimal 20 siswa dalam satu kelas, guru tidak mondar mandir saat mengajar dan menekankan tidak boleh ada kerumunan," ujarnya.

Selain itu, Uca yang didampingi Kabid Paud Dikmas Elon Carlan menambahkan, pihak sekolah juga harus bisa memonitor anak didik dari sejak berangkat ke sekolah hingga pulang kembali ke rumah agar bisa terhindar dari penyebaran Covid-19. "Sebenarnya, kita juga sudah menyusun formula pembelajaran di masa AKB ini, kebetulan Kuningan sudah masuk zona hijau," imbuhnya.

Diluar dugaan, ketika Disdikbud Kuningan sudah menyusun standar pembelajaran tersebut, tiba-tiba pemerintah pusat mengeluarkan SKB empat menteri terkait pembelajaran yang tidak boleh ada tatap muka dulu. "Dengan adanya SKB empat menteri ini, akhirnya formulasi pembelajaran yang sudah kami buat belum bisa dilaksanakan," kata Uca.

Ia menyampaikan, dengan adanya SKB empat menteri tersebut maka pembelajaran tatap muka yang diperbolehkan untuk tingkat SD bulan September dan untuk TK dibulan November.

"Kita juga sudah mengevaluasi di lapangan adanya banyak keluhan dari para orang tua siswa yang katanya tidak sanggup lagi mendampingi anak mereka saat belajar di rumah. Selain adanya keluhan harus membeli kuota, orang tua juga menginginkan anak mereka bisa segera masuk sekolah," terangnya.

Sementara, disisi lain para guru juga ada kekhawatiran akan kinerja mereka tidak bisa tercapai saat masih diberlakukannya pembelajaran secara daring. "Sementara untuk lembaga pendidikan dibawah wewenang Kementrian Agama sudah ada yang melakukan pembelajaran dengan tatap muka di sekolah. Adanya perbedaan pembelajaran dibawah Kemendikbud dan Kemenag ini, jelas menjadi masalah baru yang timbul di lapangan," tutur Uca.

Dari hasil pertemuan Kadisdik dan Kabid Paud Dikmas dengan awak media akhirnya disepakati adanya pembelajaran tatap muka di sekolah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19. Bahkan, pihaknya juga sebenarnya sudah membuat surat untuk disampaikan ke Lembaga Pendidikan terkait SOP pembelajaran tatap muka di sekolah di masa AKB.

"Kita akan laporkan hasil pertemuan ini kepada Pak Bupati berikut formulasi yang telah kita buat. Nanti akan menjadi keputusan Pemerintah Kabupaten Kuningan. Insya Allah, bulan Agustus bisa mulai diterapkan," pungkasnya. (Andri/amujan/siti)
Share:
Komentar

Berita Terkini