Memanfaatkan Lahan Yang Ada, Untuk Bercocok Tanam Labu Madu Di Kaki Gunung Ciremai.

Editor: Redaksi author photo
(jabarsatu.id), Kuningan - Kang Arif merupakan petani perintis, tanaman labu madu di desanya bersama rekan lainnya.

Saat awak media jabarsatu.id (Rabu, 1/07/2020) mengkomfirmasi usaha di lahannya, "menurutnya usaha ini baru di jalaninya satu musim, di musim pertama membuktikan per 100 bata atau 1x4 H menghasikan 2 ton. Dengan harga Rp. 8000 per kg, artinya petani dapat hasil sekitar lima belas jutaan lebih per musimnya".

Kang Arif menambahkan "Dari semula hanya 3 orang, sekarang sudah puluhan orang petani yang tertarik ikut menanam Labu Madu setelah melihat hasil yang lebih besar dari usaha tani lainnya yang ada. Dan penjualannya pun aman karena saya bawa langsung ke Cibitung".

memang kemarin kemarin kami di buat bongung bingung labuh udah tua penjualannya terhalang pandemi corona.

"Ya saya berharap pihak pemerintah dapat mendorong kami dengan harapan memberi peluang usaha dan hasil bagi warga desa yang mayoritas peteni, apalagi kami ada di wilayah wisata Sangkanurip Linggarjati. Hasil buah Labu Madu bisa di olah untuk aneka olahan oleh-oleh dan lain-lain", Ujar Kang Arif. (Kang Zen - Amujan)
Share:
Komentar

Berita Terkini