Pasir Batang Obyek Wisata Alam Yang Tawarkan Banyak Keindahan

Editor: Redaksi author photo

(Jabarsatu.id), Kuningan - Setelah diberlakukannya adaptasi kebiasaan baru (AKB), ada satu obyek wisata di Kabupaten Kuningan yang belum banyak diketahui oleh masyarakat yaitu obyek wisata Pasir Batang yang bertempat di Desa Karangsari, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan.

Sebelumnya di daerah Kecamatan Darma, masyarakat mungkin sudah lebih dahulu mengenal obyek wisata Waduk Darma. Kini, Pasir Batang hadir menyuguhkan wisata alam pegunungan yang akan menjadi wisata andalan baru di kabupaten Kuningan.


Obyek wisata Pasir Batang  berdiri sejak tahun 2012 dan resmi dibuka pada tahun 2017 lalu, berada di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) pada ketinggian 1.100 mdpl (meter diatas permukaan laut). Di sebelah selatan lereng kaki Gunung Ciremai, yang dihiasi pohon pinus dan ladang-ladang sayuran khas dataran tinggi.

Obyek wisata alam ini menyuguhkan udara sejuk, segar dan pemandangan yang sangat indah.  Selain wisata alam, obyek wisata Pasir Batang yang saat ini dikelola oleh sebuah koperasi, juga dilengkapi dengan daya tarik wisata lainnya. Diantaranya camping ground, agro wisata, rumah pohon, area wisata pendidikan,  dan sejumlah wahana untuk berswafoto .


Selain itu Pasir Batang juga sering menjadi tempat penelitian flora dan fauna, bagi para mahasiswa yang berasal dari berbagai kampus seperti Universitas Kuningan (UNIKU), IPB, UNPAD, dan UGM.

Ketua koperasi yang mengelola obyek wisata Pasir Batang, Bapak Aen mengatakan, "bahwa pihaknya juga bekerja sama dengan Fakultas Kehutanan UNIKU, dari mulai melaksanakan ospek sampai praktikum dilakukan disini”. Ujarnya (Rabu, 29/7/20).

“Satwa yang terkenal disini yaitu, burung elang, ular bido dan elang brontok. Tetapi kadang ada juga elang jawa yang hilir mudik di daerah sini.” Tambahnya.


"Koperasi juga bergerak pada bidang usaha produksi kopi, jenis kopi yang mereka produksi adalah robusta jenis Liberica dan Arabika jenis Sidaruntang, Java Preanger, dan Ateng Yellow. Selain kopi, di Pasir Batang terdapat tanaman Endemic yaitu buah kesemek atau biasa disebut oleh masyarakat desa Karangsari sebagai buah “apel ganjen”. Ujarnya.

"Selain itu, pengelola obyek wisata alam Pasir Batang kedepannya berencana akan menambah daya tarik lain. Seperti taman bunga dan wisata religi, sebab di Pasir Batang terdapat makam dan situs yaitu makam Syekh Marmagati. Yang berada diluar kawasan taman nasional dan makam Ki Buyut serta Situs Lingga yang berada di dalam kawasan taman nasional". Ucapnya.

Aen mengatakan, "bahwa  makam dan situs tersebut, sudah banyak dikunjungi oleh peziarah yang berasal dari Jawa Barat dan DKI Jakarta".

Konon, di Pasir Batang, dahulunya adalah bekas kerajaan Lutung Kasarung, Purbasari dan Purbalarang yang lokasinya berada di Bukit Teletubbies. Yang menjadi ikon Pasir Batang itu sendiri, karena viewnya yang sangat indah.

"Dari atas bukit tersebut kita dapat melihat dengan jelas keindahan Waduk Darma dari ketinggian, kita juga bisa melihat kota Kuningan, Majalengka, dan sebagian kecil daerah yang berada di Jawa Tengah". Aen menambahkan.

Terkait dengan protokol kesehatan yang dilakukan dimasa pandemi ini, Aen mengungkapkan, "pihaknya sudah melaksanakan protokoler kesehatan, yang sudah ditentukan oleh pemerintah".

“Alhamdulillah, sudah diterapkan, seperti himbauan memakai masker, jaga jarak, dan pengecekan suhu tubuh. Bagi pengunjung yang lupa membawa masker kami menyediakannya untuk dibeli”. Tuturnya.

“Kami bekerjasama dengan semua pihak baik Dinas Kesehatan, Pemda, Pemdes, pihak TNGC, bahkan dari Kepolisian dalam rangka melaksanakan protokoler kesehatan covid-19.” Ucapnya.

Obyek wisata Pasir Batang bisa dijangkau melalui desa Karangsari, Darma, Kuningan, Jawa Barat, yang berjarak tempuh sekitar 17 kilometer (km) atau 30 menit dari kota Kuningan untuk sampai di destinasi.

Untuk fasilitas penunjang, obyek wisata Pasir Batang sudah cukup lengkap. Ada mushola, toilet, tempat parkir, shelter, dan kantin.

Jam operasional obyek wisata Pasir Batang buka pada pukul 7.30 dan tutup pukul 16.30. Dan untuk biaya masuk yaitu sebesar Rp. 15.000 untuk dewasa dan Rp. 10.000 untuk anak sekolah.


Aen menambahkan, “bagi pengunjung yang ingin camp biasanya datang pukul 17.00 sampai pagi, dan dikenai biaya tambahan untuk lampu, karena saat ini kami masih mengunakan genset.” Pungkasnya. (Fedrian)
Share:
Komentar

Berita Terkini