Pelatihan Manajemen Dakwah IRMA se Kecamatan Maleber

Editor: Redaksi author photo

(jabarsatu.id), Kuningan - Ikatan Remaja Masjid (IRMA) Pondok Pesantren Nurul Jaded Al Jauhar Desa Kutaraja Kec. Maleber Kab. Kuningan adalah organisasi remaja muslim yang memiliki ke-terikat-an dengan masjid.

Karena itu perlu menghadirkan dan menetapkan program kerja, yang disepakati bersama yang berorientasi pada kegiatan-kegiatan keremajaan dan kemasjidan.

Program-program yang disusun diharapkan dapat memenuhi kebutuhan anggota dalam menda’wahkan islam, menambah kemakmuran masjid serta bermanfaat bagi remaja itu sendiri dan masyarakat sekitarnya. 

Selain itu diharapkan mampu meningkatkan keimanan, keilmuan dan keterampilan remaja muslim dilingkungan masjid dan Peantren, guna  mencapai tujuan organisani yakni : “Terbinanya remaja islam yang beriman, berilmu dan beramal shalih dalam rangka mengabdi kepada Allah untuk mencapai keridhaan-NYA “.

Dalam rangka meningkatkan peranannya di masyarakat terutama para pemuda dan pemudi, diberikan pelatihan Manajemen Dakwah yang bertempat di Pondok Pesantren Nurul Jaded Al Jauhar, Desa Kutaraja, Senin (27/07/2020).

Sebelum pelatihan, dibentuk pengurus IRMA se Kecamatan Maleber dengan Ketua - Salman Alfaris, Ketua I - Dika, Ketua II - Asep, Sekretaris I - Fadhil, sekretarus II - Ajeng, Bendahara I - Zulfa. bendahara II - Ratna.

Adapun Lembaga Dakwah dan Kaderisasi di isu Iwab Purnama, Lembaga Sosial Kemasyarakatan, Aldi Nuralim, Lembaga Ekonomi dan Kewirausahaan Fahmi dan Lembaga Relasi dan Komunikasi M.Ibad.

Kegiatan tersebut dihadiri dari beberapa Pengurus Pondok Pesantren dan dari Ikatan Remaja Masjid se Kecamatan Maleber. 

Ustadz Sayid Sabik selaku pengurus Pesantren Nurul Jaded Al Jauhar menyampaikan bahwa, "melalui persatuan dan kesatuan IRMA dan peningkatan kemampuannya dalam syiar Islam, bisa menjadikan pemuda sebagai generator yang memiliki medan magnet. Kemudian bergerak kencang, mampu menggerakkan roda-roda kemajuan, terutama dalam pembangunan di Kecamatan Maleber".

"Pemuda harus mempunyai penggerak, yang didasari oleh rasa kepedulian dan ikatan sesama muslim. Juga berusaha membangunkan, menyadarkan saudaranya dari kelalaian dalam memahami arti sebuah kehidupan", tutur Ustadz Sayid Sabik.

Ia berharap ada sinergi antara ulama umaro serta pelaku dakwah lainnya agar tercipta Kuningam agamis dan berakhlak mulia. (Andri)
Share:
Komentar

Berita Terkini