Sekolah Jangan Larang Siswa Yang Ingin Belajar Dari Rumah

Editor: Redaksi author photo

(jabarsatu.id), Jakarta - Menteri Pendidikan Nadiem Makarim mengatakan, “104 kabupaten / kota yang berada dalam zona hijau Covid-19, diperbolehkan membuka sekolah secara tatap muka. Namun memastikan keputusan untuk membuka kembali sekolah atau tidak ada di tangan pemerintah daerah masing-masing”.
Nadiem menjelaskan orang tua peserta didik pun memiliki hak untuk memutuskan, apakah akan mengirim anaknya kembali ke sekolah atau tetap mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) dari rumah.
Sekolah tidak berhak melarang orang tua yang ingin anaknya tetap belajar dari rumah demi menghindari tertular Covid-19. "Kami harus memegang prinsip kebebasan memilih karena ini menyangkut kesehatan masing-masing," tuturnya.
Sekolah yang ingin mengadakan kembali pembelajaran secara tatap muka harus meyakinkan orang tua, bahwa penerapan protokol kesehatan di sana mapan. Jika tidak bisa membuktikan, Nadiem berpesan agar guru dan kepala sekolah tidak menghukum siswa, baik kurikulum maupun penilaian.
Nadiem menuturkan, "kondisi ini memaksa kepala sekolah dan guru untuk kreatif, agar seluruh siswa mendapatkan hak pendidikan yang sama tanpa membedakan belajar tatap muka dan dari rumah.
"Harus ada diskresi dan kreativitas dari kepala sekolah dan guru. Karena kami tidak bisa melanggar hak orang tua menentukan batas kesehatan bagi dirinya, anaknya, dan keluarganya". Ujarnya.
Kementerian Pendidikan, siap memberi dukungan salah satunya adalah dengan mengizinkan penggunaan dana BOS yang lebih fleksibel untuk memastikan sekolah menjalankan protokol kesehatan.

Share:
Komentar

Berita Terkini