Sepakbola Sebagai Ajang Silaturahmi dan Pemersatu

Editor: Redaksi author photo

 


(jabarsatu.id), Sindangkempeng - Di Indonesia, olahraga sepakbola merupakan olahraga yang paling digemari bagi seluruh lapisan masyarakatnya, dari yang kaya sampai yang miskin, dari yang tua sampai anak-anak kecil sekalipun sangat menyukai sepakbola entah itu memainkan olahraga tersebut atau sekedar menonton pertandingannya semata.

Tak ayal sepakbola menjadi salah satu permainan yang sangat menghibur bagi masyarakat, khususnya masyarakat yang ada di pinggiran kota, tak terkecuali bagi masyarakat di Desa Sindangkempeng, Kec. Pancalang, Kab. Kuningan. 

Para pemuda di Desa Sindangkempeng memiliki klub sepakbola yang diberi nama SKFC (Sindang Kempeng Football Club) dan bermarkas di lapangan desa yang berada di Jl. Raya Sindangkempeng. Para pemain SKFC sendiri merupakan para pemuda desa yang terbagi kedalam dua tim, yaitu tim A dan tim B. Untuk pemuda yang berusia 15 – 25 tahun untuk tim A dan untuk pemuda yang berusia 25 – 40 tahun untuk tim B yang lebih senior atau yang biasa disebut dengan tim Remako. 

Selain latihan rutin yang biasa dilakukan tiga kali dalam seminggu, mereka (SKFC) juga rutin melaksanakan pertandingan dengan klub/desa lain pada setiap minggunya dalam rangka menjalin silaturahmi.

Salah satu tokoh pemuda desa Sindangkempeng, Oki (26) saat diwawancarai oleh kami (Minggu, 26/07/20) mengatakan, “bahwa kegiatan ini dilakukan dalam rangka mengembangkan minat dan bakat anak-anak desa, yang nantinya diharapkan dapat memunculkan bibit baru pesepakbola profesional khususnya anak-anak yang masih seusia SMP-SMA yang berasal dari desa Sindangkempeng.

"Harapan kami kedepannya, selain untuk menjalin silaturahmi antar masyarakat desa Sindangkempeng, kami juga berharap bahwa suatu saat nanti, dengan adanya kegiatan ini anak-anak dari desa kami bisa tampil minimalnya di tingkat kabupaten dan semoga bisa sampai tingkat nasional." Ujarnya.

Selain itu, sepakbola bukan hanya hiburan semata, sepakbola juga dijadikan sebagai alat pemersatu anak-anak muda di Desa Sindangkempeng, mengingat sedikitnya anggota yang aktif di karang taruna desa. Tetapi dengan “alat” sepakbola itu para pemuda desa Sindangkempeng menjadi tertarik untuk bekerjasama dibawah nama SKFC.

"Iya, memang di karang taruna anggota yang aktif sedikit sekali. Jadi kami mengumpulkan anak-anak yang lain lewat sepakbola, dengan harapan mereka dapat ikut berperan aktif di karang taruna juga." Tambah Oki.

Para pemuda desa Sindangkempeng juga menyewakan lapangan untuk klub lain dengan biaya sewa lapangan sebesar Rp.50.000 untuk satu pertandingan penuh, jika dengan wasit biayanya ditambah Rp. 35.000 untuk honor wasitnya sendiri. 

"Sejauh ini SKFC belum memiliki sekretariat, jadi untuk yang ingin uji tanding atau ingin menyewa lapangan, bisa datang langsung ke rumah saya atau menghubungi saya via telepon."  Tambahnya. (Fedrian)

Share:
Komentar

Berita Terkini