Tagihan PDAM Membengkak

Editor: Redaksi author photo

(jabarsatu.id), Cirebon - Beberapa hari ini sejumlah pelanggan Perumda Air Minum Tirta Giri Nata atau PDAM Kota Cirebon, mendatangi kantor PDAM Kota Cirebon di bagian pengaduan, bertempat di Jalan Tuparev Kota Cirebon, Senin (20/7/2020). Mereka mengeluhkan soal lonjakan tagihan PDAM hingga 2 kali lipat.

Salah satu warga yang bernama Tommy menuturkan, "Beberapa bulan sebelumnya saya sempet kaget karena tagihan biasanya Rp. 70 ribu - 120 ribu tiba-tiba naik sampe Rp. 248 ribu, katanya penyesuaian tarif, grade tarif buat rumah saya dinaekin, nah kmaren tagihan sampe hampir Rp. 1 juta. Berasa kaget banget Padahal pemakaian air tidak terlalu sering. Jujur saya keberatan," jelasnya, Selasa (21/7/2020).

Dia menambahkan, "Datang ke PDAM buat komplain, tetep harus dibayar, dengan cara dicicil".

Pelanggan lainnya pun mengalami kenaikan tagihan yang sama, merasa tidak terima dengan kenaikan tagihan, oleh sebab itu mereka mendatangi bagian pengaduan untuk mendapatkan kejelasan. 

Menurut Direktur Utama PDAM Kota Cirebon, Sofyan Satari, menegaskan bahwa "tidak ada kenaikan tarif. Adapun lonjakan tagihan yang dimaksud oleh para pelanggan, disebabkan pada saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) lalu, petugas tidak melakukan pencatatan meter air sekitar bulan Maret hingga Mei," tuturnya.

Adapun pencatatannya, lanjut pria yang akrab disapa Opang ini, baru dilakukan bulan Juni untuk tagihan bulan Juli. Kenaikan tagihan tersebut juga disebabkan pada periode bulan Maret hingga bulan Mei yang digunakan adalah rata-rata pemakaian 6 bulan terakhir.

Untuk itu, lanjutnya, pelanggan yang datang ke bagian pengaduan PDAM Kota Cirebon mengenai lonjakan tagihan PDAM, sudah dijelaskan secara baik-baik, hingga akhirnya mereka paham. 

"Sehari kurang lebih ada 50-an warga yang mengadu di bagian pengaduan terkait tagihan air, tapi setelah dijelaskan mereka memahami," tuturnya. (Redaksi)
Share:
Komentar

Berita Terkini