Tak Berizin, Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa ke DPRD Kota Cirebon Dihadang Polisi

Editor: Redaksi author photo

(jabarsatu.id), Cirebon – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Cirebon Raya (AMCR) menggelar aksi unjuk rasa, Kamis (16/7).

Massa mahasiswa yang melakukan aksi longmarch dari kampus Unswagati berniat mendatangi gedung DPRD Kota Cirebon. Aksi mahasiswa terhenti di depan Hotel Ibis Jalan Siliwangi Kota Cirebon karena diblokade puluhan polisi.

Polisi terpaksa melakukan penghadangan dan membubarkan aksi mahasiswa tersebut karena belum mengantongi izin dari kepolisian.

Sempat terjadi penolakan dari kalangan pengunjuk rasa yang bersikeras ingin menyampaikan aspirasi ke wakil rakyat di gedung DPRD. Lalu terjadi negosiasi, para mahasiwa diberi waktu untuk membubarkan diri dalam waktu 10 menit.

Waktu yang diberikan tersebut dimanfaatkan para pengunjuk rasa dengan berorasi singkat di tengah Jalan Siliwangi. Sementara arus lalu lintas Jalan Siliwangi diblokade.

Dalam aksinya mahasiswa menolak keras RUU Omnibuslaw atau Cipta Lapangan Kerja (Cilaka). Usai berorasi, para mahasiswa membubarkan diri kembali ke kampus.

“Aksi adek-adek mahasiswa ini belum membuat izin atau pemberitahuanan kepada kepolisian berdasarkan undang-undang. Maka dari itu kami meminta kepada para mahasiswa untuk membubarkan diri,” ujar Kabag Ops Polres Cirebon Kota, Kompol Indarto.

Karena berdasarkan aturan, harus menempuh pemberitahuan minimal 3×24 jam. “Tadi sudah kita ingatkan. Memang mereka sempat memaksa, tapi kita beri pemahaman dan dikasih waktu 10 menit. Lalu mereka memahami dan membubarkan diri setelah waktu yang diberikan berakhir,” ujarnya.

Sementara, Galih Mailana selaku juru bicara dari Aliansi Mahasiswa Cirebon mengaku kecewa aksinya dihadang dan dibubarkan pihak kepolisian. Karena menurutnya, untuk melakukan unjuk rasa tidak perlu izin dari pihak kepolisian, tapi cukup melayangkan surat pemberitahuan.

“Sungguh kami sangat kecewa karena aksi kami ini yang berniat menyampaikan aspirasi ke DPRD Kota Cirebon malah dihadang aparat kepolisian dengan alasan tak berizin. Padahal kami sudah melayangkan pemberitahuan. Kami akan aksi kembali dengan massa yang banyak,” tegasnya.(Andri)
Share:
Komentar

Berita Terkini