Undang-Undang Pembuatan SIM (Surat Ijin Mengemudi)

Editor: Redaksi author photo


(Jabarsatu.id), Kuningan - Surat Izin Mengemudi (SIM) adalah bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan polri kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan  lalulintas dan terampil mengemudikan kendaraan bermotor.

Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dijalan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi sesuai jenis kendaraan Bermotor yang di kemudikan (pasal 77 ayat (1) UU No.22 Tahun 2009).
Peraturan perundangan-undangan terbaru adalah Undang-undang nomor 22 Tahun 2009 yang menggantikan Undang-undang nomor 14 Tahun 1992.UU No.14 Tahun 1992 telah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku, tetapi peraturan pemerintahan nomor 44 Tahun 1993 yang menjelaskan UU No.14 Tahun 1992 dinyatakan tetap berlaku berlaku sepanjang tidak bertentangan atau belum diganti dengan yang baru berdasarkan UU No.22 Tahun 2009.

Awalnya jenis SIM hanya ada SIM A,B dan C saja,sebelum kemudian diberlakukan aturan baru dengan di buat SIM D dengan golongan D2 untuk penyandang cacat (disabilitas) roda empat. Lalu golongan  SIM C dibagi menjadi tiga menurut kapasitas mesin yang digunakan yaitu C, C1 dan C2.(Na2)

Share:
Komentar

Berita Terkini