Ganjil Genap Mulai Senin 3 Agustus 2020

Editor: Redaksi author photo

(Jabarsatu.id), Jakarta - Hari Senin 03 Agustus 2020 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengumumkan kembali tentang mulai di perlakuannya kembali ganjil genap demi mengurangi pergerakan masyarakat yang tidak penting. Kemungkinan masyarakat juga akan lebih sulit bergerak karena transportasi umum tidak beroperasi sepenuhnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, Seperti MRT dipastikan hanya beroperasi 50 persen. Kapasitas optimumnya MRT itu 176.000 penumpang per hari, nah kalau itu tentu sekarang diturunkan 50 persen. 

Contohnya kapasitas MRT 1 rangkaian itu bisa menampung 190 penumpang dengan Physical Distancing sekarang itu rata-rata hanya 100 penumpang, kita melihat kapasitasnya masih memadai, kita terus upayakan pembatasan (ganjil genap) ini yang bertujuan untuk ingin mengerem pergerakan warga yang tidak penting ke pusat-pusat kegiatan di Jakarta sekaligus menekan penyebaran COVID-19," jelas (Minggu, 02-08-2020).

Syafrin juga melanjutkan, meski menggunakan kendaraan pribadi bukan berarti penularan Covid-19 tidak akan terjadi. Ada pemikiran kendaraan pribadi lebih aman, karena dikhawatirkan akan semakin banyak penularan saat menggunakan kendaraan umum. 

Memang tidak menjamin penularan tidak terjadi saat menggunakan kendaraan pribadi, minimal bisa menekan penularannya. Sekarang itu Jakarta tidak ada lagi instrumen pembatasan setelah SIKM ditiadakan atau dihapus, di sisi lain di Pergub mengatur ada pembatasan orang bekerja 50 persen WFH dan 50 persen tetap bekerja", katanya.

Syafrin juga menambahkan, "Akibatnya karena tidak ada pembatasan lalu lintas masyarakat tetap keluar rumah karena merasa tidak ada pembatasan dengan mobil. Dengan adanya Ganjil Genap, kita harapkan pergerakan masyarakat yang tidak penting itu tidak terjadi". 

Kedua, dari aspek pengaturan kerja, tentu masyarakat yang memiliki kendaraan genap akan mengatakan kepada pimpinan mereka. 

"Saya harus masuk bekerja pada di tanggal genap' begitu juga sebaliknya. Pola ini yang kita harapkan terjadi sekaligus bisa adaptasi pada kebiasaan baru nanti," tambah Syafrin. (Redaksi)
Share:
Komentar

Berita Terkini