H. Yanuar Prihatin, M.Si. : Angklung Kuningan Bisa Mendunia

Editor: Redaksi author photo

(Jabarsatu.id), Kuningan - Dalam perbincangan hangat yang dilakukan oleh awak media Jabarsatu.id dengan H. Yanuar Prihatin, M.Si., anggota DPR RI Komisi II yang membidangi Pemerintahan Dalam Negeri & Otonomi Daerah, Aparatur & Reformasi Birokrasi, Kepemiluan, Pertanahan & Reformasi Agraria, membahas potensi yang bisa dikembangkan di Kabupaten Kuningan untuk bisa lebih maju ditingkat nasional bahkan mendunia.

Bertempat di Desa Pajakan Kidul, Kec. Lebakwangi, beliau menilai bahwa selama ini kepala daerah kurang mengambil gebrakan langkah nyata untuk memajukan daerahnya. "Leading kita itu pembangunan daerah, bagaimana daerah Kuningan itu bisa berkembang lebih cepat sedangkan para birokrat daerah dan kepala daerah belum memahami itu, celakanya lagi pendidikan di kita belum menuju kearah sana. Kalau mau berkembangebih cepat itu kuncinya satu, fokus", ungkapnya.

Sebenarnya di Jawa Barat memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan, namun ada beberapa faktor kenapa kebanyakan daerah belum maju, beliau menegaskan bahwa kebanyakan daerah kabupaten belum menunjukkan itikad untuk menjadi daerah pinunjul yang bisa bersaing ditingkat nasional bahkan dunia.

H. Yanuar yang juga sebagai motivator berpendapat bahwa, "Kabupaten Kuningan tidak akan maju, jika tidak segera mengambil fokus pembangunan. Menurutnya Kabupaten Kuningan juga memiliki potensi yang bisa dikembangkan sampai tingkat dunia.

"Daerah industri sudah tidak mungkin, pertanian masih kurang, pendidikan masih kalah dengan Bandung, tinggal sisa wisata", tuturnya. 

Pada sektor wisata pun dibagi menjadi 3 yaitu, alam, religi dan seni budaya. "Kalau dilihat dari wisata alam kita masih kalah bersaing dengan priangan atau bromo, kemudian religi, sudah ada Cirebon dengan Sunan Gunung Jatinya, tinggal tersisa seni budaya", tambahnya.

Beliau juga berpendapat bahwa, "Seni budaya yang bisa diangkat hingga level dunia harus memenuhi 5 syarat, pertama sudah memasyarakat, kedua mudah diduplikasi, ketiga murah meriah, keempat memiliki historikal dan yang kelima pasar dunianya sudah terbentuk. Dari kelima syarat itu yang memenuhi semuanya cuma angklung", tegasnya.

Bahkan beliau sampai membayangkan bila di Kuningan 5 - 10 tahun kedepan akan ada festival angklung tingkat dunia, "Meskipun sudah banyak konser angklung diluaran sana, tapi akan beda rasanya jika main angklung dipusatnya yaitu di Kuningan, berapa puluh ribu turis mancanegara nanti yang akan datang, berapa banyak income yang didapat nanti sebagai pendapatan daerah", katanya.

"Tetapi semua itu tidak bisa terwujud jika kita tidak segera mengambil satu fokus pembangunan yang bisa diangkat hingga tingkat dunia, pemerintah juga tidak bisa sendiri, harus mulai disosialisasikan di sekolah-sekolah, kampus, karang taruna di desa juga harus ada angklung, sehingga nanti kemana pun kita menghadap di Kuningan itu ada angklung", pungkasnya. (Fadly Dz)
Share:
Komentar

Berita Terkini