Harga Tomat Anjlok Petani Merugi

Editor: Redaksi author photo

(Jabarsatu.id), Subang - Indonesia terkenal sebagai negara Agraris,yaitu Negara yang kaya akan hasil pertaniannya, semua itu dikarenakan Indonesia memiliki tanah yang subur dan petani yang rajin serta bijak dalam mengolah sumber atau lahan pertanian.

Namun ada juga masalah yang dapat menghambat laju produksi oleh para petani, salah satu contohnya adalah turunnya harga sayuran dipasaran yang mengakibatkan dampak atau kerugian bagi para petani sayuran dalam hal finansial. 

Salah satu contoh dari petani yang merasakan sendiri dampak turunnya harga sayuran dipasaran adalah, Dede Rahmat atau biasa dikenal dengan nama Bah Umin. Bah Umin adalah petani tomat asal kampung Ci Ceuri  Desa Sukamandi Kecamatan Sagalaherang Kabupaten Subang.

Bah Umin yang telah berprofesi sebagai petani sayuran selama kurang lebih 6 tahun mengaku, "baru kali ini mengalami panen tomat yang paling parah dalam hal pemasaran, sebelumnya harga tomat dapat mencapai 10-12 ribu perkilo namun kali ini harganya anjlok drastis menjadi 2000 perkilo". Ucapnya.

"Tentu saja angka ini tidak sebanding dengan biaya atau modal yang dikeluarkan, dalam mengolah lahan dan perawatan buah tomat itu sendiri". Ujarnya.


Saat ditemui dikebunnya yang berlokasi di kampung Cigorowong, Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Sagalaherang (Kamis, 20/08/2020) Bah Umin menuturkan, "Biasanya dalam satu kali panen kebun tomat, saya dapat menghasilkan sekitar 5 hingga 6.5 ton buah tomat yang siap pasar. Dengan kisaran harga 10 - 12 ribu rupiah perkilo paling jelek itu 6 - 8 ribu".

"Namun untuk harga dipasaran kali ini turun sangat drastis menjadi Rp.2000 perkilo, yang bisa diprediksi panen kali ini tidak akan sesuai dengan harapan saya sebelumnya". Ujarnya dengan nada lesu.

Bah Umin juga menambahkan perihal modal yang dikeluarkan, "Sementara untuk modal awal yang saya keluarkan sekitar Rp. 15 juta dari awal tanam dan sudah termasuk biaya perawatan, namun saya tidak yakin kalau modal tersebut dapat kembali sepenuhnya".

Harapan saya, "semoga harga dipasar kembali normal agar petani sayuran tidak banyak yang berhenti". Pungkasnya. (Kang Muhtar)
Share:
Komentar

Berita Terkini