Kekurangan Pasokan Air Menyebabkan Gagal Panenan

Editor: Redaksi author photo

(jabarsatu.id), Cilimus - Saat ini sudah memasuki musim kemarau, dengan datangnya angin kumbang sebagai pertanda musim hujan telah usai.

Saat memasuki musim kemarau, berdampak bagi sebagian petani karena kekurangan pasokan air untuk lahan pertaniannya.

Seperti yang dialami oleh Abah Wasma, petani dari Desa Cibuntu, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawabarat. Mengatakan, "Seharusnya memasuki masa panen, karena kekurangan pasokan air mengalami gagal panen". (Rabu, 05/08/2020) pukul.12.00 wib.

Abah Wasma menambahkan, "Di situasi kemarau sekarang ini ditambah tidak kebagiannya air, sawah seluas 70 bata atau dua kotakan tersebut gagal panen".

"Dari pemeritah pun sudah melakukan pembagian air untuk petani, namun tetap saja tak kebagian air. Kemungkinan karena lokasi sawah yang terlalu jauh dari aliran air sungai. Yang berjarak kurang lebih 1 km". Ujarnya.

"Kerugian bisa dibilang cukup banyak, karena untuk membeli obat penyubur serta pembunuh serangganya ditaksir mencapai 1,5 jutaan. Belum lagi untuk membeli bibit padi, sehingga tidak ada pemasukan namun kerugian yang di terima di panen kali ini", pungkasnya. (Dimas)
Share:
Komentar

Berita Terkini