Kesultanan Cirebon Menolak Penobatan PRA Luqman Zulkaedin Menjadi Sultan Ke XV

Editor: Redaksi author photo

(Jabarsatu.id), Cirebon - Gonjang ganjing polemik di Keraton Kesepuhan terus mencuat, kini penolakan dari Keluarga besar Kesultanan Cirebon yang terdiri dari Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan dan Mertasinga, Akhirnya menentukan sikap menolak dinobatkannya Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Kesepuhan XV.

Juru bicara Keluarga Besar Kesultanan Cirebon, Pangeran Patih Tomi menegaskan, Penolakan tersebut atas dasar bahwa keturunan almarhum Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat, bukan keturunan langsung Syech Syarief Hidayatullah Sunan Gunung Jati. 

"Sejarah Cirebon Peteng sudah dibuka, maka sudah menjadi kewajiban anak cucu Sunan Gunung Jati, untuk meluruskan garis keturunan langsung", tegasnya, saat jumpa pers di Gunung Sembung, Komplek Makam Sunan Gunung Jati, Selasa malam, (25/08/2020).

Pangeran Patih Tomi menyebut, Keluarga Besar Kesultanan Cirebon, tidak bertanggung jawab atas penobatan Luqman Zulakaedin sebagai Sultan Kasepuhan karena yang bersangkutan bukan Nasab atau keturunan langsung Sunan Gunung Jati.



Selain itu, Keluarga Besar Kesultanan Cirebon meminta kepada Pemerintah Republik Indonesia, untuk tidak terlibat dan tidak berpihak dalam urusan internal keluarga besar Kesultanan Cirebon.

"Dengan tegas bahwa Keluarga besar Kesultanan Cirebon sudah sepakat menolak penobatan PRA Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Keraton Kasepuhan ke XV", tegasnya.

Berdasarkan informasi yang didapat, Penobatan PRA Luqman Zulkaedin, akan dihelat tepat 40 hari setelah wafatnya Sultan Sepuh PRA Arif Natadiningrat yakni pada hari Minggu, 30 Agustus 2020. Rencananya pihak Keraton Kesepuhan akan mengundang banyak pejabat pemerintah termasuk Presiden, Wapres dan Gubernur Jawa Barat, serta semua Raja dari Keraton se-Nusantara. (Fathan Zhafar)
Share:
Komentar

Berita Terkini