Kreatif, Mahasiswa KKN di Desa Sindangkempeng Membuat Hand Sanitizer Alami

Editor: Redaksi author photo

(Jabarsatu.id), Sindangkempeng - Kebersihan tubuh merupakan hal yang harus diperhatikan, apalagi pada masa pandemi seperti ini. Mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, adalah salah satu protokol kesehatan yang harus dilakukan dalam upaya mencegah penyebaran virus Covid-19 . Hand sanitizer merupakan pembersih tangan, yang memiliki kemampuan anti bakteri atau kemampuan untuk menghambat pertumbuhan hingga membunuh bakteri.

Kali ini, mahasiswa KKN dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Desa Sindangkempeng Kec. Pancalang membuat inovasi baru dengan membuat hand sanitizer berbahan alami, yaitu dari daun  sirih (Piper betle) dan jeruk nipis (Citrus x aurantiifolia). Didampingi oleh Bidan Desa Sindangkempeng, Ibu Puji Lestari, A.Md. Keb.
 

mahasiswa KKN bersama Formis (Forum Remaja Masjid) Hidayatullah, membuat hand sanitizer alami yang bertempat di halaman Masjid Hidayatullah (Senin, 3/8/2020).

Perwakilan mahasiswa KKN, Dhyfa Pratiwi mengatakan, "Pada umumnya hand sanitizer dibuat dengan bahan kimia yang mengandung alkohol dengan konsentrasi 70% - 95% dan pembuatannya membutuhkan biaya yang cukup mahal. Kami disini menawarkan pembuatan hand sanitizer alami yang bisa dibuat sendiri dirumah serta tidak membutuhkan banyak biaya".

"Meskipun menggunakan bahan alami, hand sanitizer ini memiliki fungsi dan manfaat yang sama dengan yang berbahan kimia". Ujarnya

"Cara pembuatannya pun cukup mudah, bahan yang disiapkan yaitu daun sirih 5 lembar yang sudah dipotong kecil-kecil dan 200 ml air serta perasan jeruk nipis. Pertama rebus air 200 ml, lalu tuangkan pada potongan daun sirih. Rendam kemudian steam dalam panci dengan api kecil selama 30 menit, setelah itu saring untuk mendapatkan ekstrak daun sirih. Pada saat penyaringan sebaiknya didinginkan terlebih dahulu, kemudian yang terakhir adalah menambahkan perasan jeruk nipis, aduk lalu tambahkan air secukupnya". Tambahnya.

"Kelebihan dari hand sanitizer alami ini adalah, bahan yang digunakan mudah didapat dan tidak membutuhkan banyak biaya. Serta memberikan efek lembut pada kulit setelah digunakan". Dhyfa Pratiwi menambahkan.

Masih menurut Dhyfa Pratiwi, "Hand sanitizer ini, tidak seefektif hand sanitizer dengan komposisi alkohol dalam membunuh kuman atau bakteri. Untuk pemakaiannya juga hanya bertahan 1-4 minggu". 

Ibu Puji Lestari, A.Md.Keb., selaku Bidan Desa yang juga ikut mendampingi kegiatan tersebut menyatakan, "Bagus sekali, kegiatan yang sangat positif. Pembuatan hand sanitizer dengan bahan alami itu, yang memang aman untuk kulit kalau ada orang-orang yang alergi alkohol jadi bisa menggunakan ini yang non alkohol. Warga pun, bisa dengan mudah membuat handsanitizer ini dirumah". 

Ibu Bidan juga berpesan, "Tetap jaga kesehatan pola hidup bersih sehat, dan patuhi protokol kesehatan bila keluar rumah". Pungkasnya. (Fadly Dz)
Share:
Komentar

Berita Terkini