Menggalang donasi untuk pondok pesantren

Editor: Redaksi author photo


(jabarsatu.id) Cilimus - Sejak tahun 2012 (alm) Bapak Subagja dari desa cilimus, Kec. Cilimus Kab. Kuningan mewakafkan sawahnya seluas 5.000 m2. Dari sawah tersebut ia gunakan untuk membuat akta yayasan, yang diberi nama Yayasan Darrul Muttaqien.

Pada Desember 2018 amanat terakhir dari beliau, "ini lahan mau di apakan?" Saat itu saya masih di Jogya, tutur mas Fajar pengelola yayasan tersebut. Beliau juga berpesan jangan libatkan yayasan dengan keluarganya.

Pada tahun 2019 saya dan teman-teman mulai menggarapnya, membuat flyer donatur untuk pondok pesantren Tahfiz dan lingkungan yang diberi nama Kirana Islamic Natural School. Yang berlokasi di desa Indapatra Kec. Cigandamekar Kab. Kuningan.

"Alhamdulillah ada arsitek dari Kalimantan, yang mendesain total semua sampai 600 halaman. Beliau datang dan mengkurnya sendiri ke lokasi tanpa mau dibayar". Ujarnya 


Setelah membuat flyer, banyak donasi yang datang tetapi belum mencukupi jumlahnya. Saya bersama teman2 bersilaturahmi kepada kyai dan sesepuh di desa Timbang (Ciwedus) dan menetapkan untuk peletakan batu pertama dihari kedua idul adha 1440 H atau taun lalu.

Tujuannya untuk pesantren Tahfiz dengan program lifeskill, agar setelah mondok selain mempunyai hapalan mereka juga mempunyai keterampilan untuk hidup. 

"Kami disini berkerjasama dengan beberapa yayasan dibawah naungan Yayasan Darrul Muttaqien". Ucapnya.

Harapan kami agar ada para donatur untuk membantunya. Agar cepat terlaksana niat baik ini. (Teh Nok)

Share:
Komentar

Berita Terkini