Pendidikan dan Hikmah Berqurban

Editor: Redaksi author photo


(jabarstu.id), Kuningan - Pendidikan sekaligus Praktek bagi Santri yang belajar ilmu agama di Pondok Pesantren Assidqu di Jl. Raya Cirebon Kuningan,  Desa Sampora Kec. Cilmus Kab. Kuningan, Hari Raya Idul Adha biasanya tidak libur. Seluruh santri tetap mukim di pondok. Berbeda dengan Idul Fitri: liburan panjang, ujar Pengurus Pesantren  M Habib Quraisy Baharun.  Jum'at (31/07/2020)

Biasanya Idul Adha tidak masuk kelas, tetapi aneka kegiatan digelar: mulai dari lomba kerapian kamar, kajian-kajian ilmiah, pentas seni, olahraga dan lain sebagainya.

Tentu saja, penyembelihan hewan kurban. Bagi santri, menyembelih hewan kurban, selain untuk tujuan ibadah, ia adalah sarana pendidikan. Yaitu pendidikan beribadah itu sendiri, pendidikan sikap berderma dan berbagi, pendidikan kebersamaan, pendidikan kemandirian dan ragam nilai pendidikan lainnya.

Biasanya, M. Habib Quraisy Baharun sebagai figur sentral akan memberikan tausiyah umum tentang hikmah dan nilai-nilai kurban. Dilanjutkan dengan Shalat Ied dan penyembelihan hewan kurban. Tidak jarang, secara simbolik biasanya Habib mengawali menyembelih dengan tangannya sendiri, supaya santri semuanya melihat dan ikut terdidik dengannya.

Alhamdulillah tahun ini Pondok Pesantren Assidqu mendapat amanah dari wali santri Ponpes Assidqu untuk menyembeli hewan kurban sebanyak 5 sapi & 63 kambing.

Daging Kambing dan Sapi di distribusikan ke dusun-dusun binaan di sekitar pondok. Diberikan kepada mereka dalam bentuk hewan kurban hidup utk melatih dan mendidik masyarakat sekitar menyelenggarakan ibadah kurban. Pelaksanaan dan penyembelihannya didampingi oleh guru-guru senior yang ditugaskan oleh Pimpinan Pondok sekaligus sebagai pembinaan masyarakat.

Inilah tradisi ibadah kurban di pesantren yang memiliki dua dimensi: ibadah dan pendidikan, (Andri)
Share:
Komentar

Berita Terkini