Petani Jeruk Yang Sukses di Tengah Pandemi

Editor: Redaksi author photo


(Jabarsatu.id), Subang - Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa Covid-19 banyak membawa dampak negatif bagi masyarakat Indonesia baik dari segi ekonomi maupun sosial. Tapi sepertinya dampak tersebut kurang berpengaruh bagi petani jeruk yang bernama Pak Lili.

Berlokasi di desa Jambelaer Kecamatan Dawuan Kabupaten Subang, ditanah kosong milik perhutani ini Pak Lili memulai usahanya sebagai petani penggarap atau biasa dikenal dengan nama "tumpang sari".

Pak Lili (57) telah menekuni usahanya selama kurang lebih 3 tahun yang dimulai pada tahun 2017 lalu. membabad lahan kosong seluas 6 hektar yang sebelumnya ditumbuhi rumput liar, bambu haur dan pohon jati kering disulap menjadi lahan siap tanam. Dengan berbekal ilmu pengetahuan dan ketekunan yang dimilikinya.

Pak Lili mengubah lahan siap tanam itu menjadi kebun jeruk yang kini berjumlah 12000 pohon, semua itu ia kerjakan dengan penuh rasa semangat dan dedikasi tinggi.

Saat ditemui dikebunnya (Sabtu, 15/08/2020) Pak Lili menuturkan, "Jujur saja saya sempat ragu ketika memilih tanaman jeruk sebagai tanaman utama, karena sempat tidak percaya dengan kondisi tanah yang kurang subur. Namun ternyata keraguan saya terbungkam dengan hasil panen kali ini yang sangat memuaskan. Jadi, sebenarnya yang menentukan hasil bagus atau tidaknya tanaman ini adalah bagaimana cara kita merawatnya". Terang Pak Lili.


"Sementara untuk jenis jeruk yang saya tanam itu kebanyakan dari jenis jeruk garut dan siam, karena kedua jenis jeruk ini sangat memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan cepat laku dipasaran". Ujarnya.

Dan tahun ini merupakan tahun yang sangat dinanti-nantikan oleh Pak Lili, tahun ini ialah tahun dimana Pak Lili memanen buah jeruknya. Dan tak tanggung-tanggung dalam panen kali ini, ia memanen 1 ton jeruk yang siap dipasarkan.

Bahkan mengaku sampai kewalahan, dalam menerima pesanan dari para konsumen atau bandar yang datang sendiri kekebunnya.

"Alhamdulillah untuk panen kali ini ialah panen yang sangat luar biasa sibuk bagi saya, karena sebelumnya saya tidak pernah menerima pesanan yang membludak seperti tahun ini. Tidak pernah menyangka, bisa secepat ini dalam hal pemasaran". Ucapnya.

"Untuk kedepannya semoga saja jeruk saya dapat lebih baik lagi kualitasnya, agar tidak mengecewakan hati konsumen". Pungkasnya. (Kang Muhtar)

Share:
Komentar

Berita Terkini