Raja Ratu Alexandra Wuryaningrat Menyayangkan Kejadian Ini

Editor: Redaksi author photo

(Jabarsatu.id), Cirebon - Terkait adanya penolakan dan pembubaran dari pihak Keraton Kasepuhan Cirebon, terhadap rombongan Pangeran Kuda Putih yang membacakan Piagam Deklarasi Santana Kesultannan Cirebon di depan pintu masuk Keraton.

Raja Ratu Alexandra Wuryaningrat, ketika di konfirmasi Jabarsatu.id melalui Whatsapp terkait adanya penolakan dari keluarga besar Keraton Kasepuhan Cirebon. Pada saat rombongan Pangeran Kuda Putih membacakan Piagam Deklarasi Santana Kesultannan Cirebon, dan menjawab melalui Whatsapp atas nama Keluarga Besar Keraton Kasepuhan Cirebon mengatakan, "Kami sangat menyayangkan tindakan Sdr. Heru Rusyamsi, yg telah terus menerus melakukan provokasi. Dimulai ketika Sultan Sepuh XIV wafat, hingga kini mencoba menggagalkan tradisi turun temurun yg telah terjaga ratusan tahun di Keraton Kasepuhan Cirebon. Jum'at malam (14-08-2020).


Sdr. Heru dkk pada Jumat siang tadi berdalih akan bersilaturahmi, namun sangat disayangkan faktanya Sdr. Heru menyiapkan deklarasi penolakan dan berorasi menggunakan pengeras suara, hal yang disampaikannya bertentangan dengan adat tradisi di Keraton Kasepuhan Cirebon.

Kami menghimbau kepada para wargi & semua elemen masyarakat, untuk tidak terprovokasi oleh oknum-oknum yang ingin memanfaatkan situasi dan memecah belah kerukunan masyarakat Cirebon pada umumnya.

Hingga saat ini Keraton Kasepuhan Cirebon masih dalam suasana berkabung atas wafatnya Alm. Gusti Sultan Sepuh XIV PRA ARIEF NATADININGRAT, untuk itu mohon dimaklumi dan kami mengharapkan selalu do’a setulus hati bagi Alm. dan kami Keluarga Besar Kesultanan Kasepuhan Cirebon. (Redaksi)
Share:
Komentar

Berita Terkini