Suka Duka Peternak Ayam Sayur

Editor: Redaksi author photo

(jabarsatu.id), Kuningan - Penjual ayam sayur menjadi sasaran ibu rumah tangga untuk menu makan sehari-harinya.

Seorang peternak yang enggan menyebutkan namanya menuturkan, "Berawal dari keluarga yang mayoritas adalah peternak ayam sayur, sehingga terinspirasi untuk langsung ikut terjun ke dunia peternakan ayam sayur juga".

"Waktu itu saya melihat dan memperhatikan di lokasi tidak ada tempat penjualan ayam segar, dengan berbekal pengalaman dan keyakinan dibantu oleh 12 orang karyawan yang berasal dari Jawa dan warga sekitar. Sudah 17 Tahun yang lalu membuka usaha ini". Ujarnya.


"Setiap hari belanja ayam ke luar kota (Brebes), yang mempercayakannya kepada salah seorang karyawan. Banyak suka duka yang kami alami, mulai dari ada yang belanja mengatas namakan satu lembaga atau yang lainnya hanya untuk minta uang makan saja. Ada juga bakulan yang awalnya lancar namun lama - kelamaan tak ada kabarnya lagi, karena meninggalkan sisa uang yang belum terbayarkan", tuturnya.

"Di sini kami menjual ayam sayur secara dadakan, di potong dengan harga per kilo berupa daging, ati, kepala, sayap ataupun campur. bahkan ada juga yang ekoran". Ucapnya.

"Harapan kami semoga pandemi ini cepat berakhir, agar menjadi stabil seperti sebelum adanya pandemi ini". Pungkasnya. (teh Nok)
Share:
Komentar

Berita Terkini