Tagihan Air Membengkak Warga Harus Menyicil

Editor: Redaksi author photo

(jabarsatu.id), Cirebon - Sejumlah warga beberapa waktu yang lalu mendatanlgi kantor PDAM Kota Cirebon di bagian pengaduan, bertempat di Jalan Tuparev Kota Cirebon, untuk menanyakan jumlah tagihan yang makin melonjak.

Seperti yang pernah jabarsatu.id beritakan pada tanggal (22/07/2020) sejumlah warga merasa heran karena tagihan airnya melonjak banyak sekali.

Seperti yang diungkapkan oleh seorang ibu warga Drajat dan beberapa warga lain, tagihannya yang membengkak tetap harus dibayar dengan cara dicicil.

Menurut Direktur Utama PDAM Kota Cirebon, Sofyan Satari, menegaskan bahwa "tidak ada kenaikan tarif. Adapun lonjakan tagihan yang dimaksud oleh para pelanggan, disebabkan pada saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) lalu, petugas tidak melakukan pencatatan meter air sekitar bulan Maret hingga Mei," tuturnya.

Adapun pencatatannya, lanjut pria yang akrab disapa Opang ini, "baru dilakukan bulan Juni untuk tagihan bulan Juli. Kenaikan tagihan tersebut juga disebabkan pada periode bulan Maret hingga bulan Mei yang digunakan adalah rata-rata pemakaian 6 bulan terakhir".

Untuk itu, lanjutnya, pelanggan yang datang ke bagian pengaduan PDAM Kota Cirebon mengenai lonjakan tagihan PDAM, sudah dijelaskan secara baik-baik, hingga akhirnya mereka paham". (Redaksi)
Share:
Komentar

Berita Terkini