Usaha Kuliner Di Tengah Pandemi Covid-19

Editor: Redaksi author photo

(Jabarsatu.id), Kuningan - Usaha apapun di tengah pandemi,  kalau tidak pintar membaca situasi bisa membuat usaha menurun atau bangkrut. Saat ini banyak bermunculan kedai - kedai makanan yang berada di perkampungan, mereka bisa membuat makanan dan minuman yang rasanya tidak jauh dengan makanan di Mall,  harganya pun sangat bersahabat antara Rp 5 ribu sd Rp 10 ribu.

Dalam kunjungan kuliner di wilayah Kuningan awak media jabarsatu.id berkunjung ke salah satu kedai yang didirikan oleh seorang perempuan muda yang memiliki inovasi dan jiwa enterpreneurship memberanikan diri membuka usaha kedai makanan dan minuman di depan rumahnya bernama Kedai Mutiara. 

Kedai Mutiara yang berada di wilayah Kuningan Timur tepatnya di Dusun Wage RT 008 RW 004 Desa Kapandayan Kec.  Ciawigebang Kabupaten Kuningan, pemilik kedai Mutiara yang bernama Mega Mutiara, Sabtu (08/08/2020).

Awalnya Teh Mega berjualan di Cikarang, karena kondisi pandemi dan biaya hidup di kota sangat mahal,  Teh Mega berinisiatif untuk kembali ke kampung halamannya untuk membuka usaha kedai di rumahnya.

Saat itu ia mengeluarkan investasi awal sebesar 3,5 juta untuk membeli meja dagangan, blender dan bahan baku. Setelah usaha gerobaknya lancar dan banyak pembelinya, barulah Teh Mega berinisiatif untuk mengembangkan usaha kedai makan dan minum di halaman rumahnya. Ia jadikan halaman rumahnya sebagai “ruang makannya”.

Kemudian yang ia jual tidak hanya juice saja. Mulai dari sandwich, Paket hanya Rp 5rb sd Rp 15rb seperti Ayam Geprek,  Ayam Bakar,  bakso merecon,  nasi goreng dan martabak-pun ia jual. Jadi ia bisa menawarkan makanan-makanan yang lainnya saat konsumen memesan minuman juice. Ketika ditanya kenapa ia memilih mengembangkan usahanya di halaman rumah, ternyata Teh Mega lebih memilih mengikuti apa kata pelanggannya.

Alhamdulillah, saya beruntung tinggal di lingkungan yang perkembangan bisnis UKM-nya cukup pesat. Banyak sekali peluang usaha rumah bermunculan sehingga menambah semangat dan motivasi saya untuk selalu terus berusaha.

Ditengah pandemi ini Teh Mega tidak kalah strategi yaitu dengan menjual dagangannya melalui media sosial seperti Facebook,  Instagram, Whatsapp dan melalui teman - teman dekatnya disekitar wilayah kecamatan Ciawigebang.

Alhamdulillah usahanya walaupun baru 1-3bulan pendapatannya antara Rp 500.000,- sd Rp 750.000,- perhari.

Tidak ada promosi atau publikasi khusus yang dilakukan untuk mengembangkan usaha kedai makan dan minum di rumahnya. Orang-orang tahunya dari mulut ke mulut atau paling banter, datang karena sering lewat di jalan depan kedai makan dan minumnya bu Dian. Jadi ia benar-benar memanfaatkan suasana halaman rumahnya yang sangat nyaman sebagai nilai tambah kedai makan dan minumnya.

Teh Mega berharap dengan usaha kedai ini kedepannya bisa mengembangkan ke setiap daerah terpencil, bisa membuka lapangan kerja bagi para pemuda pemudi yang baru lulus sekolah, impiannya ingin memberangktan kedua orangtuanya untuk melaksanakan Ibadah Umroh dan Haji. (Andri)
Share:
Komentar

Berita Terkini