Usaha Rumahan Bibit Strawberry

Editor: Redaksi author photo


(Jabarsatu.id), Kuningan - Strawberry atau tepatnya strawberry kebun (juga dikenal dengan nama arbei, (diambil dari bahasa Belanda aardbei) adalah sebuah varietas strawberry yang paling banyak dikenal di dunia. Seperti spesies lain dalam genus Fragaria (strawberry), buah ini berada dalam keluarga Rosaceae.

Buah strawberry berwarna hijau keputihan ketika sedang berkembang, dan pada kebanyakan spesies berubah menjadi merah ketika masak. Namanya berasal dari bahasa Inggris Kuno “streawberige yang merupakan gabungan dari streaw atau "straw" dan berige atau "berry".

Buah kecil berwarna merah ini ternyata memiliki manfaat untuk kesehatan dan kecantikan. Manfaat strawberry untuk kesehatan sudah dikenal sejak kerajaan era Romawi. Selain untuk kesehatan, manfaat strawberry juga dikenal ampuh untuk mengobati iritasi pada kulit.

Kini pohon strawberry, banyak dikembangkan oleh petani atau perorangan untuk dibudidayakan. Bahkan bisa menjadi peluang usaha bisnis, seperti yang di lakukan oleh seorang petani yang bernama Bapak Sutani di Desa Sindang Barang (Jumat, 7/08/2020).

Bapak Sutani menuturkan, “Awalnya memulai dari senang menanam pohon apapun, termasuk memelihara berbagai macam ikan yang agak aneh atau langka, tapi mempunyai prospek usaha”.

“Karena hobi bercocok tanam atau bertani saya iseng menanam buah strawberry di polibeg, dari mula mulai 50 polibag, sekarang halaman  rumah sudah di penuhi pohon strawberry hingga mencapai 200 polibeg”. Ujarnya.

Bapak Sutani menambahkan, “Baru saja 100 polibeg di borong, oleh pedagang tanaman bunga yg berjualan di jalur jalan wisatan Cibulan Kuningan. Sisanya, yang masih ada 100 polibeg lagi perlu di pupuk dan di pelihara”.

“Satu polibag strawberry yang siap berbuah di hargai Rp.25.000, kalau hitungan modal karena bibit komposnya sudah ada paling beli polibag sebagai tambahan media perkantongnya Rp. 5.000, jadi perpolibag masih punya keuntungan Rp..20.000. Untuk mengembangkan ke usaha yang lebih serius, masih mikir masalahnya lokasi lahannya belum siap dan kurang memadai”. Pungkasnya. (Kang Zen - Amujan)

Share:
Komentar

Berita Terkini