Warga Cucimanah Timur Kota Cirebon Minta Polisi Serius Tangkap Bandar Obat Yang Meresahkan

Editor: Redaksi author photo

(Jabarsatu.id), Cirebon - Penangkapan sejumlah bandar dan pengedar obat-obatan terlarang oleh petugas Polres Cirebon Kota ternyata tidak membuat peredaran barang haram tersebut terhenti. Bahkan, peredarannya kini semakin liar dan mengkhawatirkan.

Seperti yang dikeluhkan warga Cucimanah Timur RW.06 Kelurahan Jagasatru Kecamatan Pekalipan Kota Cirebon yang kini kerap melihat aktivitas transaksi obat-obatan terlarang tersebut semakin marak. 

Seorang warga berinisial T mengaku sangat resah di wilayah tersebut adanya aktivitas jual beli obat - obatan ilegal, yang sudah berlangsung selama 3 tahun. Penjual obat - obatan ilegal berinisial VER sebelumnya pernah ditangkap oleh pihak kepolisian Polres Cirebon Kota.


"Itu penjualnya wanita inisial VER, udah lama jual obat - obatan ilegal, pernah ditangkap tapi keluar lagi," ungkap T kepada beberapa media, Sabtu (15/08/2020).

Hal senada diungkapkan warga lainnya R, menurutnya aktivitas VER di duga mendapat perlindungan dari oknum yang mengaku seorang polisi, bahkan Ketua RW. 06 sendiri tidak menggubris atau menegurnya, sehingga VER aman dan selalu lolos dari jerat hukum.

"Anehnya gak pernah di tahan, saat pulang ke kontrakannya VER melakukan praktek jual beli obat - obatan ilegal," ujarnya.

Atas kondisi tersebut, warga berharap ada keseriusan dari aparat kepolisian untuk memberantas habis pelaku pengedar obat-obatan terlarang semacam tramadol, trihex dan dextro tersebut secara serius. Apalagi, keberadaan VER yang selama ini diketahui warga sebagai bandar besar obat-obatan tidak pernah tersentuh hukum.

"Warga disini minta pihak Kepolisian Polres Cirebon Kota tegas dan segera menindak lanjuti keresahan warga terkait jual beli obat - obatan ilegal", pungkasnya geram. (Fathan Zhafar)
Share:
Komentar

Berita Terkini