Peralihan Musim Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem

Editor: Redaksi author photo
(ilustrasi)

CIREBON, - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon memberikan keterangan terkait angin puting beliung yang disertai hujan di Desa Karangmalang Kecamatan Karangsembung, Selasa sore, (22/09).

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan, bencana dipicu oleh faktor cuaca berdampak pada 33 KK/48 jiwa. Adapun sebanyak 25 unit rumah dilaporkan rusak ringan, serta dua orang luka ringan.

Pasca angin puting beliung, BPBD Kabupaten Cirebon telah melakukan langkah cepat dan berkoordinasi dengan instansi terkait serta membantu percepatan penanganan dampak bencana.

Menurut hasil monitoring Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), selama bulan September hingga Oktober terjadi peralihan musim (pancaroba) dari kemarau menuju penghujan di beberapa wilayah Indonesia, di mana kondisi hujan tidak merata dapat terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi singkat.

Pada masa peralihan musim tersebut, perlu diwaspadai adanya potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dalam durasi singkat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, angin puting beliung, bahkan fenomena hujan es.

BMKG telah mengeluarkan informasi prakiraan awal musim hujan tahun 2020, dimana diprediksikan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki periode awal musim hujan mulai akhir bulan Oktober-Nopember 2020.

Selama bulan September-Oktober ini, periode peralihan musim (pancaroba) dari kemarau ke penghujan masih berlangsung di beberapa wilayah Indonesia, dimana kondisi hujan tidak merata dapat terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi singkat.

Pada masa peralihan musim ini, perlu diwaspadai potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dalam durasi singkat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, angin puting beliung, bahkan hujan es. (KF-21)
Share:
Komentar

Berita Terkini