Antrian BLT UMKM di Bank BRI Ciamis Abaikan Prokes

Editor: Redaksi author photo
CIAMIS - Antrean dan kerumunan warga nampak terlihat di beberapa Kantor Bank BRI Cabang dan Unit di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Salah satunya di BRI unit Pasar Manis Ciamis. Keadaan tersebut terjadi beberapa hari terakhir ini.

Sayangnya, kondisi antrian warga yang sangat panjang dan berdesakan tersebut mengabaikan protokol kesehatan (Prokes).

Diketahui  yang mengantri di BRI unit kebanyakan menanti giliran menerima dana program bantuan dari Presiden Republik Indonesia (Banpres) melalui Kementrian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebesar Rp. 2,4 juta.

Relawan kemanusiaan Ciamis (RKC)  yang bernama Tony ichlas mengatakan "saya melihat sendiri beberapa hari ini Kantor Cabang dan Unit BRI penuh didatangi masyarakat yang ingin mengecek dan mencairkan bantuan dari pemerintah. Saya lihat, protokel kesehatan diabaikan,” katanya, Selasa (20/10/2020).

Menurut Toni, ini harus menjadi sorotan dari tim Satgas Covid-19 Kabupaten Ciamis. Agar kerumunan warga pada saat pencairan bantuan di perbankan diawasi.

Dengan adanya kejadian ini, ditakutkan meyebabkan klaster baru penyebaran Covid-19.

“Mungkin harus ada imbauan ataupun pemecahan masalah dalam menginisiasi tidak terjadi kerumunan. Disisi lain, masyarakat sangat butuh bantuan UMKM dari pemerintah. Tapi masyarakat juga harus diberitahu pentingnya protokoler kesehatan,” tambahnya.

Toni menegaskan, dengan adanya imbauan ataupun dukungan fasilitas yang menunjang tidak terjadinya kerumunan, dipastikan masyarakat pasti akan menurut.

“Contohnya seperti halnya DKUKMP yang banyak didatangi  masyarakat  untuk mengajukan bantuan. Tapi pihak DKUKMP bisa mengatur sedemikian rupa, sehingga kerumunan bisa dihindarkan,” ungkapnya.

Toni berharap, pihak BRI Cabang Ciamis bisa lebih memberikan fasilitas kepada masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan dan juga memberikan fasilitas akses informasi yang bagi penerima bantuan.

“Kebanyakan yang datang, masyarakat menanyakan apakah mendapatkan ataupun tidak. Sehingga terjadi penumpukan. Maka dari itu, BRI harus menyediakan akses informasi yang mudah kepada masyarakat, misalnya melalui aplikasi,” jelasnya. (RC-10)
Share:
Komentar

Berita Terkini