Begini Kesan Gubernur Saat Hadir Sedekah Bumi di Desa Cibuntu

Editor: Redaksi author photo
KUNINGAN - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menghadiri upacara adat Sedekah Bumi di Desa Cibuntu, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, Sabtu malam, (17/10).

Gubernur terkesan dengan ritual adat tahunan di desa wisata karena dilaksanakan dengan protokol COVID-19. Biasanya Sedekah Bumi dihadiri ribuan orang dari penjuru desa di Kabupaten Kuningan tapi kini hanya dihadiri perwakilan dari empat RT desa setempat. 

Namun meski hanya dihadiri sedikit orang, makna dan nilai-nilai warisan leluhur tidak berkurang sama sekali. Sedekah Bumi diadakan sebagai wujud rasa syukur petani kepada Yang Maha Kuasa atas panen melimpah, seperti padi, sayuran, buah-buahan, palawija, dan hasil ternak.

Ridwan Kamil begitu menikmati Sedekah Bumi karena diselenggarakan di tengah alam Kuningan yang masih terjaga, dapat menghirup segar oksigen dari rimbunnya pohon-pohon besar dan tua dengan latar belakang Gunung Ciremai. 

Gubernur mengapresiasi Pemkab Kuningan masih ngamumule (melestarikan) hajatan Sedekah Bumi hingga kini di era digital. Sedekah Bumi menjadi sesuatu yang berharga untuk diwariskan kepada generasi Z dan Alpha.

Gubernur berpesan agar Sedekah Bumi konsisten dilaksanakan tiap tahun dengan menawarkan sesuatu yang baru tapi tidak menghilangkan orisinalitas tradisi Kuningan. 

"Orisinalitas menjadi alasan wisatawan terutama mancanegara untuk datang ke destinasi wisata. Jika mereka puas, para wisman itu tidak segan datang untuk kedua kalinya dengan membawa kelurga atau teman perjalanan", ungkapnya.

Ia berpesan agar terus menjaga tradisi budaya lokal ini sebaik-baiknya, supaya masyarakat Desa Cibuntu tetap memiliki identitas. 

"Tidak boleh hilang adalah keramahtamahan warga, anu someah hade ka semah,” katanya. 

Jadi, menurut Gubernur, orisinalitas dan keramahtamahan warga menjadi salah satu syarat pariwisata berkelanjutan (suistainable tourism) yang berpotensi besar mendatangkan kesejahteraan bagi warga sekitar destinasi wisata. 

“Masyarakat Desa Cibuntu semuanya soleh karena sudah nyugemakeun (memberikan kenyamanan) wisatawan, dengan total ada 300 rumah yang bisa disewakan untuk dijadikan homestay,” tuturnya. 

Adapun itu, Ridwan Kamil berharap kepada Kepala Desa Cibuntu bisa menjadi teladan 'Bapak Pembangunan' di Desa Wisata lainnya.

“Saya titip ke Abah Awang (Kepala Desa Cibuntu), agar jangan berpuas diri, sehingga maju bersama-sama untuk menjadi bangsa yang besar,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kuningan M Ridho Suganda menjelaskan ketulusan, gotong royong, dan kesederhanaan yang tercermin dari sikap dan perilaku warga Desa Cibuntu menjadi daya tarik bagi wisatawan. 

“Sedekah dari hasil panen petani merupakan genius of local,” cetus Ridho. 

Menurut Ridho, Desa Ciubuntu sejak lama menjadi andalan Kuningan dalam pengembangan wisata berbasis budaya. Hal ini dapat terwujud berkar peran masyarakat dan kepala desa. 

“Ini juga merupakan tanda motivasi untuk kita semua karena keterlibatan masyarakat merupakan sebuah bukti nyata,” ucapnya.  

Sedangkan menurut Kepala Desa Cibuntu, Abah Awang, secara filosofi Sedekah Bumi mengilustrasikan hidup adalah menatap hari esok yang lebih baik. Ia menjelaskan bahwa, Bumi adalah wadah segala bentuk makhluk hidup yang menyediakan sandang pangan dan papan. Ia mengaku, Sedekah Bumi merupakan miniatur cinta dan pengorbanan semoga bisa meningkatkan ketakwaan dan nikmat bersyukur. 

“Dengan mengulang tradisi adat istiadat masa lalu, dan bukanlah sebuah hal yang tabu, jadi kita harus tetap bersyukur kepada Sang Pencipta,” ujarnya.

Abah Awang berharap Desa Cibuntu semakin dikenal sebagai destinasi wisata utama berbasis budaya di Jawa Barat dan Indonesia. Dia yakin Cibuntu memiliki modal memadai. Sebab dari sejarahanya pun desa ini berkembang dari nol. (KF-22)
Share:
Komentar

Berita Terkini