Katarak Penyebab Terbanyak Kebutaan di Indonesia

Editor: Redaksi author photo
JAKARTA, - Saat ini katarak menjadi penyebab tertnggi kebutaan di Indonesia sebanyak 81%, hal tersebut dikatakan oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Achmad Yurianto (Selasa, 06/10/20).

Angka kebutaan mencapai 3% dengan populasi usia diatas 50 tahun. Dari angka tersebut katarak merupakan penyebab tertinggi sekitar 81%. Berdasarkan hasil survey Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) dan Balitbangkes di 15 provinsi yakni di Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Bali, NTT, NTB, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua.

Menurut perwakilan Perdami, Aldiana Halim mengatakan, "di Indonesia terdapat 6,4 juta menderita gangguan penglihatan sedang dan berat, 8 juta orang mengalami gangguan penglihatan dan 1,6 juta menderita kebutaan".

“Dari kasus kebutaan itu memang terbanyak disebabkan oleh katarak sebanyak 81,2 persen. Diperkirakan ada sekitar 1,3 juta penduduk Indonesia yang buta karena katarak,” tutur Aldiana.

Ia menambahkan, "banyak masyarakat yang tidak bisa mengakses faailitas kesehatan, dan katarak tidak bisa lagi dilihat sebagai kasus yang biasa saja mengingat banyaknya kasus".

Katarak, merupakan penyebab ssbagian besar gangguan penglihatan berat, sedang maupun ringan. Sehingga sangat beralasan jika di Indonesia dilakukan operasi katarak untuk menurunkan jumlah kebutaan dan gangguan penglihatan

"jika mengoperasi seluruh penderita katarak di Indonesia dengan menginvestasikan sekitar Rp.13 triliun, maka perekonomian akan tumbuh 14 kali lipatnya". Aldina menambahkan.

Namun demikian distribusi gangguan penglihatan ini tidak merata. Beban akan lebih besar pada daerah pedesaan dan Lansia. (BS-131)
Share:
Komentar

Berita Terkini