Pasien Positif Covid-19 Tertular Saat Liburan

Editor: Redaksi author photo
TASIK - Ketua Bidang Data dan TI Satgas Penanganan Covid-19, Dr. Dewi Nur Aisyah, menceritakan kisah pasien positif Covid-19 yang tertular saat pergi liburan. Menurutnya, area wisata yang ramai kerumunan manusia kerap menjadi tempat penyebaran Covid-19.

“Meski berada di area terbuka, namun dipenuhi kerumunan manusia, sangat rentan menjadi tempat penyebaran atau penularan virus corona. Karena dengan berkerumun sulit melakukan jaga jarak atau sosial distancing,” kata Dr. Dewi Nur Aisyah, saat memberikan pemaparan pada acara talkshow yang ditayangkan Channel YouTube BNPB.

Dewi menceritakan kisah 4 karyawan di sebuah perusahaan di Surabaya yang pergi liburan bersama ke salah satu kota di Indonesia. Setelah pulang berlibur, keempat karyawan tersebut dinyatakan positif Covid-19.

“Saat pergi berlibur ke salah satu kota, keempat karyawan ini mengunjungi tempat keramaian di kawasan Alun-alun. Tanpa menerapkan protokol kesehatan, mereka berbaur dengan pengunjung lain, makan-makan dan menikmati suasana keramaian sembari nongkrong,” katanya,minggu,  25/10/2020.

“Menggunakan masker hanya menurunkan resiko tertular Covid-19 antara 40 sampai 70 persen. Sementara menjaga jarak bisa menurunkan resiko tertular sampai 80 persen,” tambahnya.

“Satu hal yang paling penting adalah hindari area berkerumun manusia. Pilih tempat yang tidak terlalu ramai agar bisa menjaga jarak dengan orang yang tidak kita kenal atau tidak diketahui status kesehatannya,” jelasnya.

Dewi mengatakan kisah pasien positif Covid-19 yang merupakan empat karyawan di Surabaya itu bisa dipetik pelajarannya. Menurutnya, di saat pandemi yang belum bisa diperkirakan kapan berakhirnya, menerapkan protokol kesehatan merupakan hal yang paling penting.

“Ketika belum ditemukan vaksin, menerapkan protokol kesehatan merupakan vaksin yang paling efektif untuk terhindar dari penularan Covid-19,” ungkapnya.

Selain empat karyawan tersebut, terdapat juga kisah lainnya yang sama tertular virus corona pada saat berwisata. Dia mengatakan kisah ini dialami oleh sebuah keluarga di Indonesia.

“Sepasang suami istri berlibur dengan mengajak adik ipar dan teman kerjanya. Setelah 2 minggu pasca berlibur ternyata mereka dinyatakan positif Covid-19. Kemudian dilakukan tracking ke orang yang kontak erat. Ternyata si adik ipar menularkan kepada orangtua dan saudaranya di rumah,” ujarnya. (RC-10)
Share:
Komentar

Berita Terkini