Pembatasan Aktivitas Masyarakat Kota Cirebon Hingga 31 Oktober 2020

Editor: Redaksi author photo
CIREBON KOTA, - Mulai hari ini Jumat, 9 Oktober hingga 31 Oktober 2020, pembatasan aktivitas diberlakukan di Kota Cirebon. Masyarakat diminta untuk mematuhi aturan selama pembatasan aktivitas untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kota Cirebon. 

Melalui surat Nomor 443/1470-ADM.PEM-UM yang ditandatangani oleh Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis.

Wali Kota Cirebon mengatakan bahwa Pemkot Cirebon melakukan aktivitas pembatasan masyarakat dilakukan untuk pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19.

"Aturan tersebut mengatur pembatasan jam operasional tempat usaha dan perkantoran, untuk aktivitas perdagangan barang dan jasa serta perkantoran dibatasi jam operasionalnya sampai pukul 18.00 WIB,” ungkap Azis, (Kamis, 08/10/20).

Azis menjelaskan, untuk restoran dan rumah makan maupun PKL makanan dan minuman dibatasi hingga pukul 21.00 WIB dengan ketentuan pelayanan makan di tempat dibatasi hingga pukul 18.00 WIB. 

Sedangkan mulai pukul 18.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB menerapkan layanan dibawa pulang (take away), drive thru, pesan secara daring dan tidak menyediakan meja dan kursi kepada pelanggan atau pembeli.

Selain itu, untuk pasar rakyat berupa pasar induk jam operasional dimulai pukul 02.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Sedangkan untuk pasar rakyat non pasar induk dengan jam operasional mulai pukul 04.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. 

“Namun ada jenis usaha atau aktivitas yang dikecualikan dari pembatasan jam operasional, yaitu fasilitas pertahanan dan keamanan, pelayanan kesehatan, jasa perbankan, distribusi logistik, pekerjaan konstruksi, unit produksi yang membutuhkan proses berkelanjutan setelah mendapatkan izin yang diperlukan dari Kementrian Perindustrian, unit produksi ekspor, unit produksi barang pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan", jelas Azis.

Adapun itu aktivitas masyarakat di luar rumah juga dibatasi hingga pukul 21.00 WIB serta akan dilakukan penerapan manajemen dan rekayasa lalu lintas pada ruas-ruas jalan dengan kepadatan lalu lintas yang tinggi melalui pengalihan arus lalu lintas dan penutupan ruas jalan.

Azis juga menambahkan bahwa dari awal mereka telah berupaya menyeimbangkan antara upaya menolong masyarakat dan upaya mempertahankan ekonomi di masa pandemi Covid-19 ini. 

“Dua kegiatan ini sangat penting tidak boleh terhenti, saling terkait,” ujarnya. 

Untuk itu Pemkot Cirebon masih mengizinkan tempat usaha untuk beroperasi secara normal dengan tetap diminta untuk memperhatikan protokol kesehatan.

Namun, lanjut Azis, saat mereka melakukan pemantauan ke sejumlah tempat yang disinyalir bisa menjadi tempat penyebaran Covid-19, justru prokotol kesehatan belum dijalankan secara disiplin. 

“Kami minta kapasitas restoran hanya 50 persen, ternyata masih normal. Cuma ditambah sekat saja, padahal kondisi warga yang terpapar Covid-19 di Kota Cirebon bertambah", ungkap Azis. 

Kondisi ini yang akhirnya memaksa Pemkot Cirebon untuk melakukan pembatasan aktivitas masyarakat. 

“Bukan PSBB tetapi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), masyarakat tetap beraktivitas hanya saja dibatasi", kata Azis.

Pihaknya meminta agar masyarakat bisa mematuhi aturan yang sudah ditetapkan dalam pembatasan aktivitas ini. 

“Semoga masyarakat bisa mematuhi dan disiplin, sehingga penyebaran Covid-19 di Kota Cirebon bisa ditekan", tutup Azis. (KF-21)
Share:
Komentar

Berita Terkini