Polres Kuningan Adakan FGD di Lingkungan Sekolah

Editor: Redaksi author photo
KUNINGAN, - Peserta didik pada jenjang SMP dan SMA rentan menjadi objek terlibat langsung dalam dunia politik, apalagi di saat pandemi dan isu politik akhir-akhir ini sangat berpengaruh terhadap dunia pendidikan.

Atas dasar itulah Polres Kuningan menggagas diadakannya Forum Group Discussion (FGD), yang diadakan di Hotel Ayong, Desa Linggasana, Kec. Cilimus, Kab. Kuningan. Dengan tema "Mengantisipasi Keterlibatan Peserta Didik Dalam Aksi Unjuk Rasa Yang Berpotensi Kekerasan", (Jumat, 16/10/20) pukul 09 - 14.00.

Dalam FGD dihadiri oleh 12 petinggi Polres Kuningan, serta 12 wakil kesiswaan SMP, SMA dan SMK Kuningan. Yang hadir diantaranya SMKN 3 Kuningan, SMK BI Jalaksana, SMK Pertiwi Kuningan, SMKN 1 Cilimus, SMK KARNAS Kuningan, SMK Swadaya PUI Cilimus, SMK Penerbangan TM Kuningan, SMK Yamsik Kuningan, SMAN 1Garawangi, SMAN 1 Ciawigebang, SMAN 1 Jalaksana, dan SMAN 1 Cilimus.

Pemateri dalam FGD tersebut dihadiri oleh H. Yayat Hidayat S.AP. M.M (Kabid Kesmas Yankes Dinas Kesehatan Kab. Kuningan), serta Drs. H. Uca Somantri M.Si. (Kepala Dinas Pendidikan Kab. Kuningan). Dengan moderator IPTU Deden dan Aipda M. Khafid M. Pd.

Dalam pemaparan materi Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kab. Kuningan mengenai, protokol kesehatan dalam penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran dan tahun akademik baru di pandemi Covid-19.

Kapolres Kuningan AKBP Lukman Syafri Dandel Malik S.I.K. memberikan sambutan, "mengharapkan kegiatan FGD dapat menggiatkan kembali peran serta guru, dalam mencegah anak berhadapan dengan hukum. Khususnya, mencegah siswa agar tidak ikut unjuk rasa atau bertindak anarkis".

"Selain itu, berharap kepada segenap elemen masyarakat terutama bidang pendidikan. Harus turut mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif". Ucap Kapolres Kuningan.
Dari kegiatan FGD tersebut menghasilkan kesepakatan, "anak didik harus mempunyai karakter yang baik dengan memberikan edukasi yang baik kepada siswa. Kriteria uji anak adalah 18 tahun, sehingga yang dibawah usia 18 tahun tidak boleh ikut Unras. Sesuai undang-undang no. 23 tahun 2002, anak-anak adalah yang belum berusia 18 tahun".

"Sesuai Permendikbud No. 82 tahun 2015, pelaksana Didik wajib menjamin keamanan, keselamatan dan kenyamanan peserta didik di sekolah. Sesuai Permendikbud No. 30 tahun 2019, pelaksana Didik dan orangtua harus berperan terhadap kegiatan peserta didik. Sesuai surat edaran Mendikbud No. 9 tahun 2019, tentang pencegahan keterlibatan peserta didik dalam aksi UNRAS atau Demo".

"Kegiatan FGD ini, dilaksanakan dengan tetap memperhatikan dan melaksanakan protokol kesehatan. Kegiatan tersebut berlangsung dengan aman dan kondusif". Pungkas Kapolres Kuningan. (JN-01)
Share:
Komentar

Berita Terkini