Siswa di Kota Banjar Dilarang Ikut Demo Tolak Omnibus Law

Editor: Redaksi author photo
BANJAR, - Siswa di Kota Banjar, Jawa Barat dilarang ikut demo tolak omnibus law. Hal itu setelah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota banjar  mengeluarkan surat edaran nomor 421 tahun 2020. Surat edaran tersebut berisi imbauan kepada pihak kepala sekolah. Selain itu juga kepada pembina pendidikan pada tingkat satuan pendidikan dasar agar mengawasi anak-anak peserta didik.

Imbauan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar tersebut untuk mencegah keterlibatan anak-anak peserta didik di satuan tingkat pendidikan dasar. Supaya mereka tidak terlibat dalam aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law yang akan dilakukan oleh kaum buruh.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar, Lukmanul Hakim, melalui Kabid Dikdas Ahmad Yani, mengatakan, surat edaran tersebut berdasarkan hasil kesepakatan bersama antara Dinas Pendidikan dan Kapolres Banjar. Tujuannya untuk menjaga kemanan, kenyamanan dan kondusifitas Kota Banjar.

Surat edaran tersebut berkenaan dengan aksi penolakan pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja oleh kaum buruh. Aksi tersebut biasanya mengarah pada tindak kekerasan, kerusuhan dan gangguan keamanan yang berpotensi menimbulkan kerugian diri dan orang lain.

“Dinas Pendidikan meminta kepada kepala sekolah dan orang tua siswa untuk mengawasi peserta didik masing-masing agar tidak terlibat dalam aksi unjuk rasa,” kata Ahmad Yani, Minggu (11/10/2020).

Lanjut Yani mengatakan, selain pengawasan, pihak Disdik juga meminta kepada kepala sekolah bekerja sama dengan orang tua peserta didik. Kerja sama tersebut untuk memaksimalkan proses kegiatan belajar mengajar secara daring yang tujuannya mengasah kemampuan dan kreativitas peserta didik masing-masing.

Selain itu, Disdik meminta kepada orang tua peserta didik melakukan pendampingan dan pengawasan agar peserta didik tidak terlibat dalam aksi unjuk rasa guna memutus penyebaran virus Covid-19 serta kegiatan lain yang menimbulkan kerumunan.

“Kami juga mengimbau kepada pengurus OSIS khususnya dan peserta didik agar tidak mudah terprovokasi. Terutama oleh informasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan serta menyesatkan,” ujar Yani.

Ia menegaskan, Disdik juga meminta kepada kepala sekolah dan orang tua siswa di Kota Banjar memastikan kemungkinan adanya oknum yang memanfaatkan situasi tersebut. Hal ini agar tidak melibatkan peserta didik dalam aksi unjuk rasa yang berpotensi menimbulkan kerusakan dan kerusuhan.

“Mereka masih pendidikan dasar dan harus belajar. Apabila ada yang memanfaatkan situasi itu kami tentu akan berkoordinasi dengan pihak berwajib,” ucapnya.
Ia menegaskan, Disdik juga meminta kepada kepala sekolah dan orang tua siswa di Kota Banjar memastikan kemungkinan adanya oknum yang memanfaatkan situasi tersebut. Hal ini agar tidak melibatkan peserta didik dalam aksi unjuk rasa yang berpotensi menimbulkan kerusakan dan kerusuhan

Mereka masih pendidikan dasar dan harus belajar. Apabila ada yang memanfaatkan situasi itu kami tentu akan berkoordinasi dengan pihak berwajib,” pungkasnya. (RC-10)
Share:
Komentar

Berita Terkini