Tak Ada Pernikahan Secara Negara, Harta Gono Gini Yang Diminta Fifi Sopiah Tidak Beralasan

Editor: Redaksi author photo

CIREBON - Proses mediasi pada sidang lanjutan seorang pengusaha IE dengan Fifi Sopiah berjalan alot. Sebab, IE melalui pengacaranya Razman Arif Nasution mengaku keberatan dengan harta gono gini yang diminta oleh Fifi Sopiah.

Pengacara tergugat, Razman Arif Nasution menilai, permintaan Fifi tidak beralasan karena yang menjadi dasar adanya gugatan perceraian di Pengadilan Agama Sumber adalah buku nikah. Sementara, kata Razman, keaslian buku nikah masih dalam proses hukum di PTUN Bandung dan masih menunggu hasilnya.

"Awalnya Fifi minta proses cerainya dipercepat. Tapi saat mediasi ternyata minta harta gono gini, seperti, lahan seluas 3 hektar, mobil, serta rumah yang ditempati sekarang di daerah Cideng, hal ini sangat jelas arah dan tujuannya dimana hal tersebut tidak pernah dibenarkan tanpa bukti otentik yang memperjelas akan permintaan fifi dan terkesan melakukan pemaksaan untuk menguasai harta klien kami yang bukan hak penggugat" katanya, Rabu, (21/10/2020).

Razman mengatakan, permitaan Fifi sangat tidak mungkin bisa dipenuhi, lantaran tidak ada pernikahan secara negara, melainkan hanya pernikahan siri. Namun demikian, hasil mediasi dan permintaan Fifi akan disampaikan kepada kliennya. 

"Saya rasa berat memenuhi permintaan Fifi, karena tidak ada pernikahan secara negara hanya nikah siri dan klien saya tidak pernah menandatanggani dokumen apapun," ujarnya

Sebelumnya, Razman menegaskan tidak ada landasan Pengadilan Agama Sumber melanjutkan sidang proses perceraian. Pasalnya, ada kejanggalan pada bukti keaslian buku nikah yang dibawa Fifi Sofia ke ruang sidang. Sementara, IE mempunyai istri sah EML dan memiliki buku nikah.
"Klien saya tidak pernah melakukan pernikahan secara negara, sehingga tidak mungkin mempunyai buku nikah. Kalau nikah secara agama atau nikah sirih ya, jadi tidak ada dasar Pengadilan Agama Sumber melanjutkan proses sidang perceraian," tuturnya.

Razman melanjutkan ada dugaan lainnya, seperti mengulur waktu oleh pengacara pengugat, sehingga proses persidang berjalan lambat. Walaupun sudah masuk sidang kedelapan tapi belum ada hasil yang kearah penyelesaian. (KF-21)
Share:
Komentar

Berita Terkini