Gas LPG 3 kg di Ciamis Langka Karena Permintaan Konsumen Meningkat

Editor: Redaksi author photo
CIAMIS - Kelangkaan gas elpiji 3 Kg di pasaran, kembali banyak dikeluhkan masyarakat yang sehari-hari menggunakan gas LPG 3 kg.

Warga biasanya menggunakan gas melon tersebut, untuk keperluan memasak dan lainnya.

Salah seorang pemilik pangkalan gas di Ciamis H. Tatang Aceng Kendar menyatakan, "kelangkaan gas elpiji 3 kilogram, terjadi lantaran saat ini banyak sekali permintaan dari konsumen."

"Banyak penambahan konsumen yang kini menggunakan gas elpiji 3Kg, Sehingga berapapun pasokan yang dimiliki pihak pangkalan ataupun agen tentu akan cepat habis dan pasti warga selalu merasa kekurangan,” Katanya (Minggu, 22/11/2020).

Menurutnya, kelangkaan gas melon di pasaran bukan berarti tidak ada pasokan dari pihak Pertamina kepada pihak agen dan pangkalan. Pangkalan selalu menerima pasokan gas tersebut.

“Namun karena ada penambahan konsumen, maka berapapun pasokan gas elpiji 3 kilogram akan cepat habis,” katanya.

Terlebih saat ini banyak warga yang beralih profesi akibat pandemi covid-19, satu rumah bisa mempunyai 3 tabung.

“Banyak warga yang membuka usaha makanan demi mendapatkan penghasilan, hal itu otomatis ada pengguna baru gas elpiji 3kg,” jelasnya.

Untuk harga sendiri Tatang mengatakan, "meski menyalahi Harga Eceran Tetap (HET), bagi pangkalan yang menjual gas 3 kg yaitu Rp 16.000

Namun ia menjual dengan harga Rp 18.000, dan itu hanya untuk warga yang datang langsung ke pangkalan miliknya.

Sementara itu, Kasi Distributor Barang dan Perlindungan Konsumen DKUKMP Ciamis Dini mengatakan, "pihaknya sudah beberapa kali melakukan sidak dan juga operasi pasar, terhadap kelangkaan gas elpiji 3 kilogram. Hal tersebut guna menutupi kebutuhan warga."

Ketika ada warga yang mengeluhkan langkanya gas elpiji 3Kg, pihaknya langsung turun tangan dengan sidak barang ke Agen dan juga Pangkalan.

“Itu untuk memastikan benar tidaknya gas langka atau memang tidak ada pasokan,” jelasnya.

Namun karena pengiriman dari pihak pertamina kepada agen dan pangkalan sudah terjadwal, maka warga yang sudah kehabisan gas sebelum waktunya ada barang di pangkalan pasti akan kesulitan.

Dini menambahkan, "untuk harga sendiri saat ini masih terpantau dengan baik, karena HET kita awasi dari pihak Pertamina kepada Agen dan Juga pangkalan."

Agen menjual gas ke pangkalan dengan Rp 14.000 dan HET pangkalan Rp 16.000.

“Sementara jika ada pangkalan yang menjual gas melebihi HET memang menyalahi ,namun kita lihat angka kewajaran jangan sampai menjual dengan harga Rp 25.000 seperti di warung. Kalau Rp 17.000 itu kita anggap wajar,” pungkasnya. (RC-10)
Share:
Komentar

Berita Terkini