Hasil Keputusan Rakor Majalengka Terapkan PSBB Mikro Mulai Senin 23 November

Editor: Redaksi author photo
MAJALENGKA - Pemerintah Kabupaten Majalengka menggelar rapat koordinasi evaluasi penangananan Covid-19 terkait lonjakan pergerakan Covid-19 di Majalengka. 

Bupati Majalengka, Karna Sobahi, mengatakan rapat koordinasi ini untuk menyikapi lonjakan Covid-19 yang begitu cepat di wilayah Kabupaten Majalengka. 

"Harus segera disikapi dengan serius dan menjadi pemikiran bersama semua unsur, karena adanya kelonjakan kasus Covid-19 secara signifikan, maka perlu adanya langkah yang akan dijalankan oleh kita semua dalam penanggulangan dan juga penanganan Covid-19", ungkapnya, Jumat, (20/11).

Selain itu, rakor ini untuk menyamakan persepsi dari berbagai unsur baik itu Pemda, TNI-POLRI dan juga unsur lainnya agar hasil putusan dari kegiatan ini dapat menjadi acuan Bupati dalam menentukan dan mengambil arah kebijakan dalam menghadapi situasi terkini pandemi Covid-19 di Kabupaten Majalengka.

Bupati menjelaskan, dalam situasi penyebaran virus Covid-19 ini semua wilayah memiliki titik rawan yang sama, artinya penyebarannya sudah sama di setiap Kecamatan, untuk itu perlunya kewaspadaan dan juga usaha yang lebih keras lagi dalam menyikapinya. 

"Terkait urusan dana khusus Covid-19 ini Pemkab Majalengka telah menyediakan anggaran dana sebesar Rp.5 Miliar sampai dengan bulan Desember 2020 dan di tahun 2021 dana tersedia Rp.10 Miliar", ujarnya.

Namun demikian, Bupati menegaskan jangan merasa pesimistis bagi pihak Rumah Sakit ataupun lainnya dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19 ini.

"Jangan sampai ada pasien Covid-19 tidak tertangani, terabaikan ataupun terlambat dalam menangani bahkan sampai tertolak. untuk itu bagi Dirut di 2 RSUD bilamana kekurangan ruang penanganan maka segeralah untuk memperluas ruang penanganan agar penanganan pasien dengan adanya lonjakan kasus bisa cepat tertangani", tegasnya.
Adapun kegiatan dilanjutkan dengan diskusi selanjutnya setelah mendapatkan pandangan dan juga berbagai kajian maka Bupati mengambil keputusan bahwa Majalengka akan diberlakukan kembali PSBB dalam skala Mikro dengan indikasinya adalah dilarang hajatan, berkerumun, dilarang menggelar seni Budaya, Sekolah di hentikan sementara.

"Jika terjadi kasus Covid-19 di Desa, Desa tersebut harus di Lockdown, kebijakan tersebut akan berlaku mulai hari Senin 23 November 2020, bagi masyarakat yang melanggar Prokes akan ada sangsi yang telah dirancang bekerjasama dengan Polres Majalengka,” tegas Bupati.

Rakor Evaluasi Penanganan Covid-19 dihadiri unsur Forkopimda, Kapolres Majalengka, Dandim 0617, Kajari, Kadinkes, Ketua FKUB, serta tamu undangan lainnya. (KF-22)
Share:
Komentar

Berita Terkini