Rakim Akui Bukan Orang Tua IE Pada Sidang PTUN Bandung Yang Digelar di Cirebon

Editor: Redaksi author photo
KOTA CIREBON - Sidang ditempat terkait keabsahan buku nikah milik Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Cirebon, Fifi Sofiah digelar oleh Pengadilan Tinggi Tata Usaha (PTUN) Bandung di aula Hotel Bentani Kota Cirebon.

Saat jalannya persidangan, Rakim mengakui bukan orang tua dari IE hanya rekan bisnis pakan ternak. adapun pengakuan tersebut mematahkan apa yang selama ini di klaim oleh Ketua KPAID Kabupaten Cirebon sebagai orang tua IE. Selain itu Rakim juga mengakui kalau pernikahan berlangsung dirumahnya di desa Setu Patok Kecamatan Mundu.

"Saya bukan ayah kandung dari IE, hanya kawan rekan bisnis pakan ternak, kalau menikah benar berlangsung di rumah saya," kata Rakim, Jumat (22/1).

Sementara, saksi lainnya Pegawai Pembantu Pencatat Nikah (P3N) desa Setu Patok, Somadi menyatakan hanya mencatat keterangan yang diberikan oleh penghulu atau lebe almarhum Sobari. Selain itu, Somadi juga mengakui saat mencatat tidak didasari dokumen apapun layaknya seseorang yang akan menikah.

"Saya hanya suruh mencatat sesuai keterangan penghulu atau lebe, karena saat itu tidak ada dokumen apapun siapa yang mau menikah. kata penghulu catat, ya saya catat," tuturnya.

Disaat bersamaan, kuasa hukum IL, Razman Arif Nasution menegaskan, kedua saksi Rakim dan Somadi sudah memberikan keterangan di depan majelis hakim. Saksi Rakim sudah mengaku bukan orang tua kandung IE yang diperkuat surat keterangan dari Kuwu Setu Patok.

"Jelas sudah, Rakim sudah mengakui bukan orang tua IE, kenapa bisa IE bin Rakim dalam dokumen buku nikah, ini jelas ada rekayasa dan cacat secara administrasi. Beberapa kesaksian Rakim juga tidak terbuka ada yang ditutup-tutupi," tegasnya.

Razman melanjutkan, saksi lainnya Somadi mengatakan awalnya pernah di datangi oleh Rakim, tapi kemudian berubah memberikan keterangan, hanya kedatangan surat. Pada surat tersebut, tertulis menikahkan dan mencatat. 

Selain itu, kata Razman, Somadi juga membuat surat pernyataan bahwa pihaknya sudah di bohongi oleh Rakim atau yang akrab disapa Pak Le.

"Somadi ini memberikan keterangan berbelit-belit kalau tidak jujur dalam memberikan kesaksian di depan majelis hakim kami bisa laporkan memberikan kesaksian palsu. Tadi dia juga teriak-teriak bilang, 'siapa yang enak siapa yang susah'. Nah, kalau dia merasa terpojok tinggal jujur saja siapa yang menyuruhnya," ujar Razman.

Pihaknya juga menemukan kejanggalan lainnya, karena dari pengakuan Somadi, saat itu tidak mengoreksi data-data yang diserahkan oleh Rakim, termasuk saat meminta tanda tangan Kuwu. langsung di tanda tanggani tanpa melakukan koreksi terlebih dahulu. 
"Ini janggal, masa orang mau nikah data nya gak di koreksi, siapa yang mau nikah jadi tidak tahu. Begitu juga Kuwu nya, diminta tanda tangan langsung teken aja gak koreksi lagi, jadi dia lihat IE saat menikah di sampingnya ada Rakim, jadi di catat IE bin Rakim, masa iya begitu kerjanya," ujarnya.

Menurut Razman, kesaksian dari Rakim sudah membuktikan kalau buku nikah Fifi Sofia dan IE cacat administrasi, termasuk dalam pencatatan KUA. Karena IE bukan bin Rakim seperti data yang di klaim pihak Fifi Sofiah. (KF-21)
Share:
Komentar

Berita Terkini