Tindak Pelanggar Prokes Tetap Dilakukan Meski Kota Cirebon Tak PPKM

Editor: Redaksi author photo
CIREBON - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diwajibkan pemerintah akan di laksanakan di Pulau Jawa dan Bali mulai 11 Januari 2021 hingga 25 Januari 2021. 

Sekretaris daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi menjelaskan Kota Cirebon tidak termasuk daerah yang melaksanakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). namun sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk pencegahan penyebaran covid-19 tetap dilakukan.

“Untuk PSBB Jawa Bali, kita tidak termasuk, untuk work from home (WFH) masih 50 persen. sedangkan untuk daerah yang melaksanakan PSBB/PPKM yang melaksanakan WFH 75 persen dari jumlah karyawan," ungkap Sekda, saat silahturahmi dengan wartawan di Balai Kota, Jumat, (8/1/21).

Meski tidak melaksanakan PSBB/PPKM, lanjut Agus, kegiatan sosialisasi, edukasi dan penegakan hukum terkait pelanggaran protokol kesehatan tetap dilakukan.
(Sekda Kota Cirebon, Agus Mulyadi)

“Sekarang bahkan kita tidak hanya melaksanakan 3M tapi 5M yakni terdiri dari menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi perjalanan dan menghindari kerumunan," jelasnya.

Pihaknya menegaskan kegiatan ini akan terus disosialisasikan kepada masyarakat Kota Cirebon agar waspada bahwa pandemi Covid-19 masih terjadi. 

“Intinya kita tetap waspada, sekalipun tidak masuk daerah yang melaksanakan PSBB,” tegas Agus.

Pihaknya menerangkan persiapan PPKM Jawa Barat yang diterima dari Pemprov Jabar, terdapat 7 kabupaten dan kota di Jabar yang tidak melaksanakan PPKM salah satunya Kota Cirebon.

"Karena tingkat kematian akibat Covid-19 di Kota Cirebon dibawah rata-rata nasional serta tingkat kesembuhan pasien mencapai 96,90 persen atau berada diatas kesembuhan rata-rata Jawa Barat yang mencapai 84,74 persen dan Indonesia yang mencapai 82 persen," tukasnya. (KF-21)
Share:
Komentar

Berita Terkini