Fenomena Gunung Simpay Pagundan Kuningan Pesugihan Cepat Bisa Pilih Tanpa Tumbal

Editor: Redaksi author photo
KUNINGAN - Makam-makam keramat yang berada di Gunung Simpay Desa Pagundan Kecamatan Lebakwangi Kabupaten Kuningan, dipercaya oleh sebagian orang bisa mendatangkan rezeki. Karena itu, tidak mengherankan jika banyak yang datang ke sini untuk melakukan pesugihan. 

Berdasarkan Penelusuran Jabar Satu, diketahui rumah Juru Kuncen bernama Ading (41) bertempat di Dusun Kaliwon RT.18 RW.05 Desa Pagundan Kecamatan Lebakwangi Kuningan. 

Menurut juru kunci situs makam Gunung Simpay Desa Pagundan, Ading, di Gunung Simpay memang banyak makam keramat, dengan total 9 makam. 

"Makam-makam keramat tersebut diantaranya Makam Eyang Winanta Panenjoan (Aki Buyut Sakti), Ki Semar Kuncung Amarrulloh, Buyut Saringsingan, Sutajaya, Arya Sampan, Kuwu Rongkah, Eyang Jagaraksa, Bujang Kembar, dan Eyang Ujung Tua," kata Ading, Rabu, (24/3/21). 

Namun ada salah satu makam di lokasi tersebut, yakni Makam Eyang Winanta Panenjoan (Aki Buyut Sakti), yang kerap dijadikan sebagai tempat pesugihan. 

Diceritakan Ading, Banyak orang yang datang ke tempat tersebut, untuk mengadu nasib dan mengharapkan kehidupan yang lebih baik. 

"Banyak yang datang dari luar kota, sampai luar Pulau Jawa, dan mereka mendapatkan infonya dari mulut ke mulut," jelasnya, Rabu (24/3/2021). 

Ading menjelaskan, meskipun banyak yang datang, namun tidak semua orang bisa melakukannya. Ada beberapa tahapan atau proses yang harus dilalui ketika ingin melakukan pesugihan di Gunung Simpay. 

Pertama-tama, Ading akan melakukan hitung-menghitung berdasarkan nama pemohon, kemudian memilih pilihan yang disodorkan. Apabila dalam hitungan tersebut lolos, maka orang tersebut bisa menjalani ritual pesugihan selanjutnya. 

"Dihitung maksudnya seperti hari lahir, naptunya, jika lahir hari Jumat tidak bisa dilanjutkan untuk ritual. Biasanya banyak yang datang, tapi yang lolos hanya 3 atau 4 orang," ujarnya. 

Setelah melewati tahap itu, maka orang tersebut diminta memilih jenis pesugihan dan bisa memilih tanpa tumbal. 

Selanjutnya pemohon diminta datang lagi pada tanggal 25 hingga tanggal 4 diluar tanggal tersebut tidak bisa, karena pada tanggal tersebut karuhun sedang ada ditempat. 

"Sama seperti kita mau bertamu, tuan rumahnya di pastikan ada atau tidaknya ditempat," kata Ading. 

Setelah pemohon yang lolos akan diantar ke lokasi makam Makam Eyang Winanta Panenjoan (Aki Buyut Sakti) yang berjarak 300 meter dari pemukiman warga, Di situ, sudah disediakan tenda penutup dan tikar, supaya orang yang ada di situ tidak kehujanan. 
Menurut Ading, biasanya orang-orang melakukan doa-doa selama satu jam atau dua jam, hingga mendapatkan petunjuk tentang pilihannya. 

"Ritual dimulai setelah magrib hingga jam 9 malam, paling cepat 1 jam sudah selesai," tuturnya. 

Ading memaparkan, dari jumlah orang yang melakukan ritual di Gunung Simpay tidak semuanya berhasil. Mereka yang tidak berhasil karena tidak kuat dengan godaan yang datang, seperti mau gempa atau didatangi makhluk besar. 

"Meskipun ada yang memfitnah dengan membuat berita bohong di internet tapi yang datang kesini tetap banyak, ada yang datang dari Karawang, Tasikmalaya, bahkan luar Pulau Jawa," tandasnya. (KF-22)
Share:
Komentar

Berita Terkini